SLEMAN – Hasil tes fisik melalui uji VO2Max pada Jumat (21/10) lalu memang jauh dari harapan pelatih. Namun dalam dua pekan ke depan, daya tahan pemain untuk bertarung selama 90 menit akan terus digenjot. Tim pelatih optimistis dengan keseriusan dan disiplin pemain hasil tes kemarin akan menanjak.

Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl mengatakan, para pemain telah diberikan porsi latihan endurance untuk meningkatkan fisik dan kapasitas paru-paru dalam menyerap oksigen. Hal itu penting agar pemain bisa bermain maksimal dengan intensitas tinggi selama 90 menit.

“Memang waktunya pendek untuk bicara hasil dari latihan fisik, tapi setelah uji coba Myanmar dan Vietnam kita akan tes lagi. Kita tahu hasilnya pasti akan naik, tapi bagaimana dan berapa naiknya kita tidak tahu. Karena tiap pemain pasti beda-beda,” kata Riedl kepada wartawan kemarin (23/10).

Dalam latihan kemarin, selain menggenjot fisik pemain, pelatih juga memberikan materi taktikal umpan-umpan pendek dan bola silang. Variasi serangan ini agar pemain punya banyak pilihan untuk membongkar pertahanan lawan. Sehingga timnas diharapkan punya kemampuan finishing yang baik dan tidak monoton.

Ditemui terpisah, fisioterapis Timnas Indonesia Immanuel Maulang mengatakan, Boaz Solossa dkk telah menjalani latihan stabilisasi. Latihan itu diperlukan untuk mencegah terjadinya cedera pemain.

Selain juga untuk peningkatan kepadatan massa otot, sehingga saat aktivitas lari atau lompatan tetap stabil. “Semakin bagus kekuatan otot maka semakin padat tubuh. Tentu lebih siap menghadapi latihan dan benturan,” katanya. (riz/laz/ong)