SLEMAN – Kenakalan remaja bak benang kusut yang sulit terurai. Berbagai kasus kriminal yang melibatkan anak-anak baru gede berusia belasan tahun masih kerap terjadi di Sleman. Ironisnya, sebagian pelaku masih duduk di bangku sekolah.

Seperti kasus yang ditangani Polsek Berbah kemarin (23/10). Aparat berhasil mengagalkan potensi kekerasan oleh anak di bawah umur setelah menangkap mereka. Ironisnya, para pelaku dibekingi orang dewasa.

Informasi yang dihimpun, penangkapan sejumlah remaja berawal dari laporan salah seorang siswa asal salah satu SMP swasta di Piyungan ke Polsek Berbah. Dari penuturan pelapor, kelompoknya mendapatkan ancaman dari siswa sekolah lain asal Bantul.

“Ancaman itu setelah pelapor dan kelompoknya enggan menerima tawaran main futsal dengan taruhan,” jelas
Kanit Reskrim Polsek Berbah AKP Mujiman.

Ditolak taruhan, penantang malah mengajak berkelahi. Sebagai upaya pembinaan, unit reskrim Polsek Berbah dibantu Polsek Piyungan sengaja memancing kelompok penantang.

Sekitar pukul 04.00, polisi menyambangi warung burjo di Dusun Nganyang, Sitimulyo, Bantul, tempat lokasi yang disepakati. Dari tempat itu, polisi menggelandang sepuluh remaja yang diduga kelompok penantang. “Kami khawatir mereka akan melakukan aksi klithih,” ungkap Mujiman.

Ternyata, dari sepuluh yang digelandang ke mapolsek hanya dua yang merupakan siswa SMP, yakni WP dan CB. Tiga lainnya, AJ, MI, dan SB adalah siswa sekolah menengah kejuruan. Lalu, sisanya orang dewasa berstatus mahasiswa dan pegawai swasta.

“Mereka kami pulangkan setelah didata. Ini karena mereka belum terbukti melakukan tindak pidana dan tak membawa senjata tajam,” jelasnya. (bhn/yog/ong)