KULONPROGO – Cara unik dilakukan Pemerintah Desa Sogan, Wates memeriahkan Hari Jadi Ke-104 desa tersebut. Yakni, menggelar kesenian rakyat sebulan penuh, dan menjamas (mencuci) traktor bantuan pemerintah, kemarin.

“Kebetulan kami baru saja mendapat traktor baru dari pemerintah. Lalu kami sucikan supaya traktor ini bermanfaat, bisa mahanani (berguna) bagi warga Sogan,” kata Kepala Desa Sogan Indro Kurniyanto di sela jamasan.

Air yang digunakan untuk menjamas berasal dari lima sumur tua yang ada di lima pedukuhan Desa Sogan. Yakni sumur tua yang tidak pernah kering meski kemarau melanda.

“Desa Sogan terdiri dari lima pedukuhan. Yakni Sogan 1, Sogan 2, Kalirejan, Trimulyo dan Jetis. Jumlah kepala keluarga ada 720. Semua terlibat dalam kegiatan ini,” kata Indro.

Kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahun. Namun tahun ini dinilai paling besar rangkaian kegiatannya. Biasanya hanya digelar selama dua hari atau seminggu, kali ini dibuat sebulan. Mengangkat tema Festival Budaya Desa Sogan.

Rangkaian kegiatan diawali pentas ketoprak, wayang kulit, mocopatan, hadroh, rebana dan kirab gunungan-bergodo, kenduri masal, jatilan, dan pengajian akbar.

“Makna kegiatan ini untuk menguatkan visi Desa Sogan. Kami punya cita-cita membangun desa dengan pemberdayaan masyarakat. Mewujudkan desa Sogan mandiri dan sejahtera serta beriman kepada Tuhan,” ujar Indro.

Agestyn Vimbi Aisyah, 13, warga Sogan mengungkapkan, kegiatan tersebut lebih menarik dibanding sebelumnya. Banyak kesenian yang ditampilkan dan ragam kegiatannya unik.

“Saya ikut rayahan gunungan, dapet sayuran. Nanti sampai rumah dimasak. Semoga desa kami mendapatkan berkah Tuhan, lebih maju, sejahtera dan makmur,” ungkap Agestyn. (tom/iwa/mg2)