Sementara itu, pilkades serentak dilaksanakan di 24 desa yang terbagi di 14 kecamatan se-Kabupaten Magelang. Adapun pemilihnya mencapai 63.018 orang. Dari 24 desa yang melaksanakan pilkades, rata-rata tiap desa diikuti minimal dua orang calon dan paling banyak lima calon.

Salah satu desa yang diikuti lima calon kades yaitu Desa Banyurojo di Kecamatan Mertoyudan. Mereka yaitu Musanto, Marsudi, Heri Purwandoko, Triyono Basuki dan Iksan Maksum. Desa Banyurojo total jiwa pemilih mencapai mencapai 8.092 orang dengan 28 bilik suara di Balai Desa Banyurojo.

Adapun untuk Desa Salam Kanci di Kecamatan Bandongan diikuti empat calon, yaitu Heri Wibowo, Dwi Joko Susanto, Asnal Fauzi, Harun Arosyid. Jiwa pemilih terdapat 2.943. Sedangkan untuk Desa Salaman diikuti tiga calon kades Handoyo, Toat Subakti, Tri Wahyuningsih, dengan jiwa pemilih mencapai 3.335 orang.

“Kami ingin memastikan pelaksanaan pilkades serentak ini berjalan dengan baik. Tidak ada permasalahan yang berarti,” kata Bupati Magelang Zaenal Arifin saat meninjau pilkades.

Menurutnya, masyarakat saat ini sudah sadar akan demokrasi, sehingga tidak mudah dipengaruhi dengan iming iming serta janji-janji. Mereka sudah tahu kepada siapa menjatuhkan pilihan. “Baik buruknya kepala desa yang terpilih, nantinya merupakan hasil pilihan mereka sendiri,” katanya.

Dikatakan, maju mundurnya desa tergantung bisa tidaknya seorang kepala desa memimpin. Serta mampu menggerakkan masyarakatnya. Kepala desa merupakan pamong atau pelayan masyarakat, sehingga masyarakat juga ikut menentukan ke mana arah pembangunan desa. “Masyarakat juga harus aktif ikut terlibat di dalam pembangunan,” pinta bupati. (ady/laz/ong)