MUNGKID – Ribuan warga di 24 desa di Kabupaten Magelang kemarin (23/4) menentukan kepala desa (kades)-nya masing-masing. Mereka berbondong-bondong menuju ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih pemimpin yang diinginkan. Pilkades serentak ini dilangsungkan 24 desa dan tersebar di 14 kecamatan.

Seperti yang dilakukan warga lereng Perbukitan Menoreh Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman. Mulai dari pemuda, orang tua dan perempuan serta laki-laki, berbondong-bondong ke balai desa. Mereka memilih kades dari tiga calon yang ada.

Tiga calon kades itu yaitu Agus Haryanto, Agus Prasetya, dan Sukardi (petahana). Ketiganya dipajang dan duduk berjajar di atas panggung. Sementara di bawah panggung, warga berduyun-duyun menunggu jatah antrean untuk mencoblos.

“Partisipasi warga memilih kades di Desa Kalirejo tergolong tinggi. Dari jumlah daftar pemilih tetap sekitar tiga ribu, yang mencoblos bisa mencapai sekitar 2.500 warga,” kata Ketua BPD Kalirejo Maryan Suwanto kemarin.

Ia menjelaskan, jumlah penduduk desa di lereng Perbukitan Menoreh ada 5.010 orang. Adapun jumlah daftar pemilih tetap tercatat 3.877 orang. “Antusias warga dari 10 dusun tergolong tinggi ketika ada pilkades. Bisa mencapai sekitar 70 persen tingkat kehadiran warga di TPS,” katanya.

Salah seorang warga Slamet mengaku, ia menyempatkan waktu untuk ikut mencoblos. Ia tidak ingin ketinggalan dalam menentukan kades. Ia datang ke TPS sekitar pukul 11.00. Namun karena antre, ia baru mencoblos sekitar pukul 12.30.

“Sebagai warga saya memiliki harapan siapa nanti yang terpilih kades bisa membawa desa ke arah yang lebih baik. Bisa membawa desa lebih maju,” katanya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Magelang Ari Widhi Nugroho mengatakan, pilkades tahun ini diikuti 73 calon kades. “Dari pemantauan sementara hingga siang, pilkades lancar. Saat ini masih proses penghitungan suara,” katanya.

Ia memantau jalannya pilkades bersama Bupati Magelang Zaenal Arifin di beberapa titik. Di antaranya Desa Banyurojo (Kecamatan Mertoyudan), Salamkanci (Bandongan), dan Salaman (Salaman). Selama memantau di tiga desa itu, tingkat partisipasi masyarakat dinilai cukup tinggi. “Partisipasi masyarakat tahun ini tergolong tinggi jika dibanding dengan pilkades-pilkades sebelumnya,” jelas Ari.

Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho menyatakan, pihaknya melibatkan kekuatan personel pengamanan sebanyak 343 orang. Mereka diterjunkan untuk menghadapi tahapan masa pemungutan suara pilkades serentak kemarin. “Alhamdulillah sampai penghitungan suara ini masih aman dan terkendali,” katanya.

Selain itu, juga disiapkan empat peleton dalmas untuk disiagakan di tiap-tiap distrik dan TPS yang rawan. Empat peleton itu terdiri atas dua peleton dalmas inti dan dua peleton dalmas rayon.

Selain personel organik Polres Magelang, pengamanan juga didukung dari instansi lain. “Seperti dari Kodim 0705 Magelang 178 personel, Satpol PP 44 personel, dan Linmas 220 personel,” jelasnya. (ady/laz/ong)