Sementara itu, digadang-gadang akan merebut medali emas, atlet angkat berat DIJ Untung Subagyo hanya merebut medali perak di kelas 72 kilogram. Bertanding di Hotel Grand Preanger, Untung hanya menempati posisi kedua dengan angkatan 156 kilogram. Sedangkan medali emas menjadi milik I Wayan Sudiarsa (Bali) dengan angkatan 157 kilogram. Agus Mawan dari Kalimantan Barat menempati posisi ketiga dengan angkatan 148 kilogram.

Cabor angkat berat ini, DIJ menurunkan tiga atlet. Yakni Supri di kelas 42 kilogram, Untung Subagyo di kelas 72 kilogram, dan Faris Fadil di kelas 88 kilogram. “Untung sudah mengerahkan kemampuannya. Inilah hasilnya,” kata pelatih tim angkat berat DIJ Atok Suhartanto.

Dari cabang atletik, kontingen DIJ belum bisa menyumbangkan medali emas. Berlomba di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), kontingen DIJ meraih hasil yang jauh dari raihan di Peparnas XIV-2016 lalu. Kala itu, DIJ membawa pulang dua medali emas, lima perak, dan tiga perunggu. Sedangkan di Bandung ini, hingga kemarin kontingen DIJ baru mengemas tujuh perak dan 12 perunggu. Kemarin DIJ hanya menambah satu medali perak dan satu perunggu. Masing-masing
Daryoko lewat cabang tolak peluru tuna daksa putra, dan Sudartatik di nomor lempar cakram. (din/laz/ong)