Suasana diskusi kerukunan antar umat beragama di Kampus 4 UAD, Jumat (21/10). (Foto: Humas UAD For Radar Jogja Online)
JOGJA – Kampanye kerukunan antar umat agama dan pencegahan terhadap radikalisme terus didengungkan organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan di dunia tak terkecuali Hartford Seminary. Lembaga pendidikan non denominasi untuk studi agama dan teologi tersebut mengunjungi kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus berdiskusi dengan Forum Komunikasi Antar Umat Bergama (KUB) DIJ.

Dalam kunjungan tersebut, pimpinan Hartford Seminary yaitu Dr Feryal Salem, Dr Dean Ahlberg, Sennifer Ahlberg Dr Karen Bailerf, Heather Holda menyampaikan pentingnya mendengungkan kerukunan antar umat beragama dan mencegah paham radikalisme di semua agama.

Selain itu, Hartford Seminary menawarkan program gelar dan sertifikat pascasarjana serta sertifikat kepemimpinan. “Kami berharap, perguruan tinggi dapat bekerjasama dengan Hartford Seminary untuk memperkuat komunitas agama melalui program-program penelitian dan pendidikan,” kata Dr Dean Ahlberg, dari Hartford Seminary disela-sela diskusi di Kampus 4 UAD, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Jumat (21/10).

Kepala Program Internasional UAD, Dwi Santoso mengatakan, diskusi yang dihadiri oleh pimpinan Hartforf Seminary tidak hanya diikuti UAD saja. Sejumlah perguruan tinggi yang memunyai kajiaan ilmu perbandingan agama juga turut serta pada diskusi tersebut seperti UIN Suunan Kalijaga, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Sanata Dharma, Universitas Atama Jaya Jogja.

“Selain itu, organisasi kemasyarakatan seperti ICMU, Muhammadiyah, NU, FKUB juga ikut dalam diskusi ini,” terang Dwi.

Menurutnya, diskusi singkat ini fokus mempererat hubungan antar umat beragama dan bagaimana cara menangkal radikalisme mengingat beberapa tahun terakhir radikalisme atas nama agama kian meluas di berbagai negara. “Semua agama tidak menginginkan adanya konflik apalagi yang dilatar belakangi keyakinan,” jelas Dwi. (ama/hes)