JOGJA – PSIM masih menjalani persiapan jelang menjamu Perssu Super Madura, pekan depan. Dalam masa persiapan tersebut, Sunni Hizbullah dkk mengadakan uji coba melawan tim lokal Forsa Bantul di Lapangan Potorono. Hasilnya mereka menang mudah 4-0.

Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengatakan, dari pertandingan itu ia tidak melihat hasil akhir. Namun bagaimana tim bisa menjalankan instruksi dan skema main yang diharapkan tim pelatih.

Pihaknya menekankan dua hal yang masih perlu diperbaiki. Yakni masalah membangun penyerangan dari bawah, termasuk juga pertahanan saat mendapat serangan balik.

“Sudah ada progres peningkatan dan perbaikan signifikan. Namun memang belum setajam dan sebaik yang kami inginkan. Dalam waktu seminggu akan kami perbaiki lagi,” katanya kepada Radar Jogja kemarin (21/10).

Latihan yang dijalani saat ini, menurut pelatih asal Magelang itu, untuk menjawab strategi yang diterapkan calon lawan mereka Perssu Sumenep. Menurutnya, dari hasil evaluasi sebelumnya, Perssu cenderung bermain presing tinggi dengan spartan. Selain itu para pemainnya juga mempunyai semangat juang yang tinggi.

“Mereka punya fisik yang kuat dan bisa bermain dalam irama cepat, itu yang kami antisipasi. Karena itu kami mulai berlatih penyerangan dari bawah menghindari pressure lawan,” paparnya.

Beruntung, saat ini konfisi pemain dalam kondisi baik. Tidak ada lagi pemain yang terkendala masalah kebugaran. “Semua fit, Raimond yang kemarin cedera juga fit,” terangnya.

Mengenai latihan fisik, Erwan mengaku tidak memiliki agenda khusus. Sebab dengan waktu persiapan yang mepet ia menghindari adanya pemain yang cedera apabila dipaksakan melakukan latihan fisik yang berat di tempat tertentu. “Latihan tetap biasa. Kalau pagi 07.30, itu kondisi fisik pagi cuacanya sudah terik,” tandasnya. (riz/laz/ong)