MUNGKID – Silang pendapat rencana pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Magelang terus terjadi. Pemkab bersikukuh pembangunan dapat dilakukan di bekas Pasar Hewan Mertoyudan, Jalan Magelang-Jogja, Mertoyudan. Adapun kalangan DPRD berpendapat minta di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Mungkid.

Plt Sekda Kabupaten Magelang Agung Trijaya mengatakan, dalam pemilihan lahan untuk pembangunan RSUD Kabupaten Magelang hendaknya ditekankan beberapa hal. Antara lain sedapat mungkin menghindari memilih lahan dengan peruntukan pertanian. Itu karena bertentangan dengan program pemerintah dalam peningkatan kedaulatan pangan nasional.

“Mengutamakan lahan yang dimiliki pemda. Itu untuk menghemat waktu dan pengeluaran sumber daya pemerintah, dengan tetap mencapai tujuan pembangunan,” katanya kemarin.

Agung memastikan, studi kelayakan didukung dengan data dan informasi yang lengkap mengenai segala hak dan pembebanan yang ada. Serta segala permasalahan yang terkait dengan tiap bidang tanah alternatif yang tersedia. Beberapa hal terkait penentuan lokasi ini berdasarkan surat Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Nomor S-3117/PW11/5/2015.

Menurut Sekda, dalam dokumen feasibility study (FS) atau studi kelayakan, direkomendasikan lokasi yang paling layak untuk pembangunan RSUD Kabupaten Magelang Setara Tipe B di tanah bekas pasar hewan Dusun Danurejo, Mertoyudan. Sebagian tanah untuk lokasi RSUD itu statusnya tanah milik pemkab dan peruntukannya bukan untuk pertanian.

“Lokasi ini berada di kawasan permukiman, dan diarahkan pengembangan sarana prasarana sesuai skala pelayanan permukiman,” jelasnya.

Sebelumnya, kalangan dewan menilai pembangunan RSUD sebaiknya di Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid. Jika pembangunan di kawasan Mertoyudan, maka berpotensi menimbulkan kemacetan karena di jalur ramai Magelang-Jogja. Untuk itu, dewan menginginkan pembangunan dilangsungkan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid.

Ketua Fraksi PAN Ahmad Sarwo Edi meminta penjelasan secara konprehensif mengenai pembangunan rumah sakit setara tipe B. Seperti lokasi, luas area, tahapan proses yang sudah, sedang, dan yang akan dilakukan. Sekaligus ia minta penjelasan secara teknis tentang pembangunan rumah sakit setara tipe B. (ady/laz/ong)