BANTUL – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanta memperkirakan pemerintah bakal memperketat pembelian tabung gas ukuran tiga kilogram. Ini agar pendistribusian tabung gas subsidi tersebut tepat sasaran. “Bisa jadi nanti dengan menggunakan kartu miskin,” jelas Sulis, sapaannya, kemarin (21/10).

Menurutnya, pemerintah telah menelurkan tabung gas ukuran 5,5 kilogram ke pasaran. Ini seolah menjadi petunjuk keluarga mampu yang menggunakan tabung gas ukuran tiga kilorgram agar segera beralih ke tabung gas berwarna orange tersebut. Sebab, pelepasan produk ini juga disertai dengan imbauan. “Untuk sekarang sifatnya pemerintah masih mengimbau. Belum mengikat,” ujarnya.

Guna mempersiapkan kebijakan baru pemerintah pusat ini, Disperindagkop tengah berkoordinasi dengan Hiswana Migas DIJ serta para agen. Koordinasi membahas sejumlah persoalan. Mulai kuota hingga pendistribusian tabung gas ukuran 5,5 kilogram itu ke konsumen. “Ada wacana tabung gas bright ini untuk kalangan mampu,” ungkapnya.

Sulis yakin kuota tabung gas melon di Bantul sebenarnya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Terutama kalangan keluarga kurang mampu. Sayangnya, tidak sedikit pelaku usaha kelas besar seperti katering ikut-ikutan memanfaatkan tabung gas ini. Padahal, yang berhak membeli tabung gas hijau ini adalah keluarga kurang mampu dan pelaku industri skala kecil.

Nah, dengan rencana kebijakan baru ini Sulis optimistis kelangkaan tabung gas melon di pasaran tidak akan terulang. “Kalau tepat sasaran 22.800 tabung gas melon per hari sudah cukup,” bebernya.

Kabid Perdagangan Sahadi Suparjo menambahkan, Disperindagkop intens mengawasi pendistribusian tabung gas melon. Juga, operasi pasar tabung gas melon.

“Operasi pasar sudah merata ke 17 kecamatan,” jelasnya.

Dengan operasi pasar ini, Sahadi memprediksi ketersediaan tabung gas melon bakal segera kembali normal. Setidaknya, dalam satu pekan ke depan. (zam/laz/ong)