JOGJA – Mendekati masa kampanye Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Jogja 2017, partai-partai pengusung dan pendukung pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota mulai bergerilya. Selain konsolidasi internal, jejaring partai mulai merambah ke massa calon pemilih.

Seperti dilakukan DPC Partai Gerindra yang mengundang 14 pimpinan anak cabang (PAC) pada Rabu (19/10) malam. “Mesin partai Gerindra di semua PAC mulai kami panasi. Disolidkan agar merasa terpanggil turut bertanggungjawab menyukseskan ‎pemenangan paslon,” ujar Ketua DPC Gerindra Kota Jogja Anton Prabu Semendawai.

Pengumpulan pengurus PAC juga sebagai upaya penyamaan visi dan misi. Agar tidak ada lagi perbedaan pendapat. Semua motor partai diarahkan untuk mendukung pemenangan pasangan Haryadi Suyuti (HS) dan Heroe Poerwadi (HP). Sesuai rekomendasi dari DPP Partai Gerindra. “Gerindra satu komando di DPC,” tegasnya.

Anton juga berkonsolidasi dengan lima legislator asal Gerindra yang kini duduk di lembaga legislatif Kota Jogja. Tiap kader di DPRD mendapat tugas memenangkan paslon di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Mengacu perolehan suara pemilihan legislatif 2014, Gerindra membukukan 26.947 suara. Modal yang cukup untuk menyokong pemenangan HS-HP. Kendati demikian, Gerindra tetap menghimpun suara warga dalam kelompok-kelompok ekonomi kerakyatan untuk mendongkrak perolehan suara. Warga difasilitasi melalui koperasi, warung angkringan, serta bentuk usaha kerakyatan lainnya. “Karakteristik pilwali dan pileg memang berbeda. Pilwali lebih pada kekuatan figur paslon,” jelasnya.

Sementara kubu paslon ‎Imam Priyono dan Achmad Fadli juga kian gencar bersosialiasi ke berbagai tempat. Paslon yang diusung PDIP bersama Nasdem dan PKB rajin blusukan ke kampung-kampung.

Ketua DPC PDIP Kota Jogja Danang Rudyatmoko optimistis mampu memenangi Pilwali 2017. “Target kami memperoleh 60 persen suara,” ujar Danang. (pra/yog/ong)