SLEMAN – Potret pasar tradisional Sleman tersaji dalam pameran foto di Jogja City Mall (JCM). Pameran yang berlangsung hingga 23 Oktober ini menyajikan puluhan foto. Selain transaksi pasar, setiap foto juga mampu merekan sisi human interest dalam pasar tradisional.

Bupati Sleman Sri Purnomo memandang fotografi sangatlah penting. Kegiatan ini mampu mengabadikan beragam interaksi dan keindahan. Termasuk melihat bagaimana pasar tradisional bertahan diera modern saat ini.

“Berkembangnya pasar modern membuat persaingan dengan pasar tradisional semakin berat. Tapi melalui foto kita bisa melihat bagaimana geliat pasar tradisional tetap tumbuh. Bahkan nilai-nilai kearifan di dalamnya juga tidak luntur,” ujarnya dalam pembukaan pameran, Kamis malam (20/10).

Melalui pameran ini ia juga ingin membuktikan bahwa minat pasar tradisional tetap tinggi. Transaksi antara penjual dan pembeli tetap ramai setiap harinya. Bahkan dalam pasaran tertentu, masing-masing pasar memiliki hajatnya sendiri.

Selain sebagai ajang transaksi, SP memandang pasar adalah pusat interaksi. Komunikasi yang terjalin antarpedagang maupun pembeli menunjukan keistimewaan pasar tradisional. Inilah yang tidak ditemui dalam wujud rupa pasar modern saat ini.

“Bisa berbincang-bincang tentang aktivitas sehari-hari. Tapi saya juga berharap pasar tradisional mengadaptasi beberapa sifat pasar modern. Seperti menjaga kebersihan agar membuat pengunjung nyaman saat berbelanja,” katanya.

Karya yang terkumpul dalam pameran ini mencapai 713 foto. Karya-karya itu merupakan hasil jepretan dari 207 fotografer. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, terpilihlah 25 foto terbaik.

Kabag Humas Sleman Sri Winarti menuturkan, pasar tradisional adalah potensi Sleman. Fotografi dipandang sebagai media yang tepat untuk berpromosi. Terlebih sudut pandang fotografi memiliki nilai lebih melihat pasar tradisional.

“Foto-foto yang terpilih mampu menggambarkan wajah pasar Sleman seutuhnya. Seperti ada penjual yang momong anak sambil berjualan. Juga interaksi lainnya yang sangat menarik,” ujarnya.

Dalam ajang ini, Kukuh Bhahari dengan karya berjudul Fasilitas Musala dinobatkan sebagai juara pertama. Menyusul Adi Wijayanto sebagai juara II, dan Aceng Sofian juara III. Ada pula Juara Harapan I oleh Gandhi Murakabi dan Jaya Tri Hartono sebagai juara harapan II. (dwi/laz/ong)