PURWOREJO – Hari kedua proses pemeriksaan kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi ijon proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kebumen, tetap dilakukan di Mapolres Purworejo, kemarin (21/10). Selain menggali keterangan dari dua saksi yang diperiksa sehari sebelumnya, KPK juga mendatangkan Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Cipto Waluyo.

Berbeda dengan pemeriksaan hari pertama yang dilaksanakan di ruang Unit 1, Unit 2 dan Unit 3 Tipidum/Tipikor Reskrim, ketiga saksi yang dihadirkan diperiksa KPK di Bangsal Rupatama lantai II Polres Purworejo. Masuk ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 10.00, saksi meninggalkan bangsal pada pukul 16.00.

Selain Cipto Waluyo, dua saksi lain yang diperiksa adalah aktivis LSM Basikun atau Ki Petruk Kabumiyah dan Kasi Sarpras di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kebumen Yasinta. “Kemarin belum selesai dan hari Jumat ini saya dipanggil lagi oleh Penyidik. Selain saya ada Pak Ketua DPRD dan Ibu Yasinta,” ujar Basikun.

Disinggung mengenai materi pertanyaan penyidik KPK, Basikun mengaku ada 20 pertanyaan seputar pengetahuannya terhadap proyek pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di Dikpora Kebumen. Dikatakan, ia sudah lama sebagai aktivis masyarakat dan mengawal proses perencanaan kebijakan. Terkait kasus yang ada saat ini, pihaknya mencoba mengawal lebih dalam hingga ke pelaksanaan.

“Tentu butuh komunikasi dengan eksekutif dan legislatif, mungkin karena dinilai mengetahui, maka saya dipanggil KPK,” jelas Basikun.

Sementara Yasita tidak mau memberikan penjelasan mengenai materi pertanyaan dari KPK. Hanya dirinya mengaku ada 17 pertanyaan yang disampaikan penyidik. “Tanya saja dengan KPK,” katanya.

Informasi yang diperoleh di Polres Purworejo, jadwal pemeriksaan KPK terhadap kasus Kebumen memang dijadwalkan selama dua hari. (udi/laz/ong)