SLEMAN – Satpol PP Sleman seakan kehilangan taringnya terkait penertiban toko jejaring modern. Tiga toko modern milik Alfamart yang sempat disegel, Kamis (20/10), kembali beroperasi pada siang dan malam harinya. Bahkan kemarin (21/10), ketiga toko ini tetap buka meski sudah dua kali disegel.

Ketiga Alfamart ini masing-masing beralamat di Jalan Ampel Gading 446, Ngringin, RT 03 RW 22 Condongcatur Depok Sleman; Jalan Lakda Adisucipto 103 Ambarrukmo, RT 08 RW 03 Caturtunggal, Depok, Sleman; dan Jalan Nologaten no 15, RT 03 RW 01 Ambarrukmo. Caturtunggal, Depok, Sleman.

Pembukaan segel secara paksa ini melanggar Pasal 232 KUHP, di mana pembuka segel dapat dikenakan sanksi pidana. Bahkan dalam pasal ini juga ditegaskan pelanggaran tergolong bukan delik aduan. Sehingga dapat langsung diproses oleh pihak berwenang dalam hal ini kepolisian.

Sikap Bupati Sleman Sri Purnomo terkesan mengambang menghadapi permasalahan ini. Ia hanya menegaskan toko jejaring yang ngeyel akan disegel. Padahal jajaran Satpol PP sudah melakukan penyegelan beberapa kali tapi tetap beroperasi.

“Kalau tetap mengeyel akan kami segel lagi, itu menyalahi hukum tetap. Mereka (Alfamart) tetap buka meski sudah disegel beberapa kali. Tentu ini tergolong tidak taat hukum terutama perda yang berlaku (Perda No 18 Tahun 2012),” ujarnya saat ditemui dalam pembukaan pameran foto di Jogja City Mall, Kamis malam (20/10).

Orang nomor satu di Sleman ini hanya menuturkan adanya sanksi berat. Hanya saja untuk kejelasan bentuk sanksi belum bisa dipastikan. Dia berharap agar pihak manajemen mematuhi peraturan yang ada.

“Kalau keputusan hukum tidak ditaati yang ditakuti siapa. Mereka akan dapat sanksi berat karena terus melanggar. Seharusnya sebagai warga negara yang taat hukum memahami aturan dan tahu konsekuensi jika melanggar,” tegasnya.

Bupati menyerahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang. Menurutnya, kewenangan eksekusi ada di kejaksaan, setelah menerima keputusan dari pengadilan. Pihak kepolisian juga bisa bertindak karena telah melanggar Pasal 232 KUHP.

Aksi penyegelan Satpol PP Sleman diawali Rabu (19/10). Penyegelan ini mendatangi tujuh toko jejaring modern yang berada di Kecamatan Depok. Dalam aksi pertama, hanya Alfamart Ringroad Utara yang disegel.

Pada hari kedua (20/10), razia kembali digelar karena ada laporan toko tetap ngeyel beroperasi. Dalam operasi ini Satpol PP kembali menyegel Alfamart Ringroad Utara. Penyegelan juga dilakukan di Alfamart Adisucipto dan Alfamart Nologaten karena kucing-kucingan tetap beroperasi.

Penyegelan kedua yang harapannya menjadi efek jera tidak berbuah manis. Selang beberapa jam, ketiga Alfamart beroperasi kembali. Bahkan kemarin (21/10), ketiga toko jejaring modern ini tetap beroperasi.

Saat Radar Jogja menghubungi Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Sleman Rusdi Rais terkait ulah ngeyel ini belum mendapat tanggapan. Bahkan telepon panggilan sempat dialihkan ke nomor lainnya. (dwi/laz/ong)