PURWOREJO – Tiga dari 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo menjadi wilayah terdampak pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, DIJ. Sayangnya, hingga saat ini Angkasa Pura (AP) II yang mengurusi pembangunan bandara belum menyentuh Purworejo.

“Kalau kami diundang untuk disosialisasikan mengenai dampak dari pembangunan bandara, belum pernah. Sebaliknya kami yang mengundang mereka untuk memberikan gambaran dampak apa saja yang akan kami terima,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Purworejo Said Romadhon saat hendak mengikuti Rapat Badan Anggaran DPRD Purworejo kemarin (21/10).

Dikatakan, selama ini tindak lanjut dari pembangunan bandara hanya diikuti melalui informasi yang disampaikan media, sehingga rencana detail tidak terekam secara dalam. “Memang banyak dampak yang kami terima dari pembangunan itu, utamanya di wilayah terdekat dengan Temon yakni di Kecamatan Bagelen, Purwodadi, dan Kaligsing,” tambah Said.

Adapun dampak yang ditimbulkan adalah beberapa ketentuan yang harus dipatuhi untuk wilayah terdampak untuk membatasi ketinggian bangunan dan lain sebagainya. Dari keterbatasan informasi yang diterima, Pemkab Purworejo belum bisa memberikan sosialisai terkait hal itu kepada masyarakat. “Kami hanya sebatas tahu saja dampaknya, tapi sosialisasi dari pihak Angkasa Pura belum ada,” jelasnya.

Ditambahkan, dengan adanya informasi yang jelas dan lengkap, sebenarnya bisa dimanfaatkan pihaknya untuk melakukan perencanaan secara matang. Apalagi dilakukan pembaruan Perda Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) di Kabupaten Purworejo.

“Kami memang akan mengubah RTRW dan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Dengan harapan perda yang baru akan lebih mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Purworejo,” ungkap Said. (udi/laz/ong)