JOGJA – Situasi di Alun-Alun Utara Jogja mendadak mencekam. Itu setelah seorang tak dikenal meledakkan diri di dekat kantor KPU Jogja kemarin (21/9).

Ledakan itu membuat masyarakat yang ada di sekitar lokasi kejadian panik. Tampak tubuh pelaku bom bunuh diri tergeletak di tengah jalan.

Guna mengamankan situasi, satuan tim Buset Polresta Jogjakarta bergerak ke lokasi. Para pembuat onar yang akan mengacaukan pelaksanaan pilkada dilumpuhkan. Berikut tas ransel yang diduga berisi bahan peledak.

Itulah gambaran simulasi pengamanan kota (sispamkota) oleh jajaran Polresta Jogja menyambut Pilkada 2017. Sebanyak 1.500 aparat dari berbagai kesatuan disiapkan untuk mengamankan pesta demokrasi di Kota Jogja. Pasukan pengamanan pilkada juga mendapat back-up dari brimob dan Polda DIJ.

“Tidak semua personel kami turunkan. Melihat proses pelaksanaan pilkada cukup panjang. Mulai penetapan calon hingga pelantikan wali kota terpilih,” jelas Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Jogja Kompol Sigit Haryadi
Menurut Sigit, simulasi yang digelar menggambarkan chaos paling ekstrem bila terjadi gangguan keamanan. Ajang tersebut menjadi uji coba kesiapan dan kecepatan polisi dalam pengamanan pilkada.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Tommy Wibisono mengatakan, pertikaian antarpendukung dan kampanye hitam oleh massa pendukung calon menjadi hal paling diwaspadai. Karena itu, Tommy menegaskan akan menindaklanjuti setiap tindak kriminal yang terjadi dalam pelaksanaan pilkada. “Belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya. Beberapa titik kerawanan sudah kami petakan,” jelas perwira menengah dengan tiga melati.

Kepada anggotannya, Tommy mengingatkan pentingnya komitmen moral. Nah, melalui simulasi Tommy ingin melihat sejauh mana kesiapan jajarannya menghadapi potensi gangguan selama tahapan pilkada.

Turut hadir menyaksikan simulasi Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti dan Asisten Sekretaris Kota Achmad Fadli. Keduanya merupakan peserta Pilkada 2017. Hadir pula perwakilan komisioner KPU dan panwaslu.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta menekankan pentingnya peningkatan hubungan dan komunikasi elemen-eleman pilkada demi sukses pesta demokrasi lima tahunan. (bhn/yog/ong)