DUA tahun berturut-turut langkah tim putri SMPN 1 Jogja atau akrab disebut Satria Siaga di Junio JRBL Jogja Series kandas di babak Fantastic Four. Selama dua kali pula, SMP Stella Duce 1 Jogja yang membenamkan asa mereka melaju ke Final Party.

Meski begitu, tahun ini berbeda. Dua tahun lalu, Satria Siaga kalah telak. Sedangkan tahun ini mereka memaksa sang juara bertahan melakoni babak over time dan hanya memenangkan laga dengan score tipis 57-56.

Selama empat kuarter bermain, Stece hanya bias leading satu kali. Semua itu berkat peran Ainayya Nur Azzahra, point guard sekaligus kapten tim, dan tentu saja scorer andal Satria Siaga.

‘’Aku udah nothing to lose sebenernya. Membiarkan semuanya berjalan sesuai kehendak Tuhan. Tapi dalam hatiku keinginan untuk menang terus menerus ada. Jadi aku kasih yang bisa kuberikan, totalitas sampai akhir,” ungkap perempuan kelahiran Sleman, 22 Januari 2002 itu.

Maka jangan kaget jika Zahra, akhirnya menjadi Most Valuable Player (MVP) putri di Junio JRBL Jogja Series 2016. Penampilannya begitu luar biasa.

Terutama harus menerima kekalahan di babak Fantastic Four, hari itu Zahra tampil gila-gilaan. Dia mencetak 41 poin. Sebuah torehan luar biasa yang jarang ditemui bahkan hingga liga basket profesional sekalipun.

Di ruang ganti satu tim berdoa. ‘’Terus kami nyanyi-nyanyi. Membawa situasi menjadi fun. Kami enggak mau terbebani dengan siapapun lawannya. Jadi aku di lapangan juga main seneng aja,” kata Zahra.

Pada akhir kuarter pertama, dia sempet enggak percaya bisa leading. ‘’Di situ aku makin bersemangat, berarti sebenernya kami punya peluang untuk menang,” cerita Zahra.

Sejak kecil Zahra sudah dekat dengan basket. Awalnya sejak duduk di kelas 4 SD. Setelah pulang latihan menari, Zahra ikut ayahnya menjemput dua kakaknya yang berlatih basket.

Awalnya sembari menghabiskan waktu menunggu, mulailah Zahra kecil bermain-main bola di pinggir lapangan. Eh kebiasan itu malah membuatnya kecanduan basket dan meninggalkan dunia tari.

‘’Ya mungkin karena aku selalu pengen sesuatu yang baru. Aku selalu tertantang mencoba dan mencoba, dan itu ada di basket,” Zahra.

Dia jadi keasyikan dan malah terus berubah seneng basket. ‘’Tapi enggak sepenuhnya ninggalin nari kok, kadang seminggu sekali nemenin ibu latihan salsa,” jelas Zahra.

Rahasianya menjadi MVP? Zahra kebingunan dan tertawa. Buat dia, tidak ada rahasia apapun. Semua orang sudah paham bahwa kunci kesuksesan kerja keras.

‘’Kalo mau dapetin sesuatu kamu harus mau kerja keras. Terus juga selalu inget nasihat bapak, bahwa jika punya hobi harus ditekuni. Intinya itu aja, dan jangan pernah lupa berdoa,” pesan Zahra.

Saat ini Zahra sedang sibuk mempersiapkan kejuaraan nasional basket kelompok umur 14 tahun. Dia termasuk satu dari 12 atlet lain yang terpilih untuk mewakili Daerah Istimewa Jogjakarta di kancah nasional. Semangat terus Zahra, capai cita-citamu setinggi langit. (ata/iwa/ong)