SLEMAN– Puluhan siswa rombongan study touri dari Tengarang mengalami keracunan masal saat melintas wilayah Sleman kemarin (21/10). Mereka diduga keracunan makanan yang disantap saat istirahat di Cirebon. Nah, saat sampai di Bantul sedikitnya 72 siswa dan 4 guru mengeluh sakit perut, kepala pusing, kemudian diare. Mereka lantas dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah.

Iim rodiah, salah seorang siswa, mengatakan kali terakhir menyantap menu makanan berupa nasi opor ayam dan daging. “Beberapa jam setelah itu baru terasa mules dan pusing,” ungkapnya.

Elsa okta, siswa lain membenarkan hal itu. Efeknya memang tak langsung terasa. Tapi saat dalam perjalanan menuju Jogjakarta.

Dari pemeriksaan medis, korban mengalami diare yang disertai lender dan darah. “Dari cek feses terindikasi mengandung bakteri. Bisa jadi sumbernya dari makanan kalau meihat banyaknya pasien,” ungkap Friska Nurmayasari, dokter jaga PKU.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, perkara tersebut cukup menjadi perhatiannya. Karena itu, dia berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk menyelidiki dugaan penyebab keracunan masal. “Apakah benar makanan yang dimakan itu saat di wilayah lain atau di sini (Bantul/Jogjakarta),” katanya.(sky/yog/ong)