SLEMAN – Sebanyak 18 pemain Timnas Indonesia sudah menjalani latihan perdana dalam rangka peningkatan fisik pemain di Maguwoharjo Internasional Stadium (MIS), Kamis (20/10). Sebelumnya PSSI merilis ada 26 pemain yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan sampai 26 Oktober mendatang.

Pelatih Alfred Riedl menyebutkan, beberapa pemain memang ada yang terlambat datang karena terkendala cuaca dan ada yang memang tidak bisa datang seperti striker Irfan Bachdim. Pemain yang merumput di Liga Jepang itu masih dalam penyembuhan cedera hamstring.

“Ada lima pemain yang masih di jalan. Karena cuaca buruk lima pemain pesawatnya terpaksa turun di Solo. Besok mungkin akan genap 24. Tanggal 23, Dedi Kusnandar akan datang. Karena kompetisi di Malaysia sudah selesai,” katanya kepada wartawan setelah latihan.

Bus yang membawa pemain memang sedikit terlambat datang dari jadwal semula pukul 15.45. Boas Solossa dkk baru memasuki lapangan sekitar pukul 16.30 dan langsung menjalani pemanasan. Setelah pemanasan, diisi materi kontrol bola dan passing dilanjutkan games untuk menjalin kekompakan.

Riedl mengatakan, latihan kemarin memang belum masuk dalam program latihan fisik. Meskipun dia membantah jika latihan kemarin disebut kategori ringan. Dia mengakui belum menggeber dengan porsi berat, sebab sebagian besar pemain memang baru turun dari pesawat. “Hari ini sudah latihan serius. Tapi, belum masuk materi fisik. Mungkin besok (hari ini),” terang pelatih asal Austria itu.

Sementara itu, setelah mengalahkan Malaysia dan menahan imbang Vietnam, peringkat FIFA Indonesia mulai ada peningkatan. Jika pada Agustus lalu masih berada di posisi 191 dunia, dari rilis terakhir saat ini sudah berada di peringkat 179 dengan 93 angka.

Lonjakan terbanyak memang terjadi sebulan lalu yang melompat 10 tingkat dari 191 ke 181. Sedangkan pada bulan ini hanya memperbaiki dua tingkat saja. Riedl menilai, meskipun telah ada grafik meningkat selepas Indonesia keluar dari sanksi FIFA, peringkat dunia tersebut tidak berarti apa-apa baginya.

“Bagi saya itu tidak terlalu penting, apalagi naiknya sedikit. Saya tidak pernah memikirkan itu, sebab kalau uji coba hasilnya bagus peringkat juga akan bagus dengan sendirinya,” katanya.

Jika dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia berada di peringkat ke delapan. Hanya lebih baik dibanding Brunei Darussalam dan Timor Leste. Menurutnya, Indonesia masih bisa berpeluang memperbaiki posisi jika mampu mengalahkan Myanmar dan Vietnam di laga uji coba November mendatang. Kedua pertandingan tersebut akan dimainkan di luar Indonesia. (riz/ila/ong)