KULONPROGO – SDN 1 Glagah, di Pedukuhan Macanan, Desa Glagah, Kecamatan Temon dibobol pencuri kemarin. Aksi ini menambah panjang daftar kasus pencurian dengan target sekolah.

Kasus ini kali pertama diketahui penjaga sekolah Wiyatno, 45. Sekitar pukul 06.00 dia mendapati pintu gerbang sekolah terbuka. Setelah dicek, jendela ruang guru dalam kondisi tidak terkunci.

“Saya masuk ke ruang guru, kondisinya acak-acakan. Kertas berserakan, saya langsung melapor ke kepala sekolah,” kata Wiyatno.

Petugas menemukan kotak infak siswa, bungkus handycam dan monitor di belakang sekolah. “Kemudian kami cek ruang kepala sekolah. Ternyata eternit sudah berlubang, dua monitor raib, kami laporkan kejadian ini ke Polsek Temon,” kata Wiyatno.

Kepala SDN 1 Glagah Ester Sujiyem mengatakan sekolah mengalami kerugian jutaan rupiah. Selain dua monitor komputer, satu unit handycam, uang infak juga ikut hilang.

“Setiap Jumat siswa ada infak disimpan di toples itu, jumlahnya sekitar Rp 500 ribu. Handycam Rp 3,5 juta, monitor Rp 4 juta,” kata Ester.

Sekolah sudah melakukan pegamanan maksimal. Memasang pagar teralis di bagian depan, namun pencuri masuk lewat belakang dan naik genting untuk masuk.

Penjaga rutin melakukan kontrol sore dan malam hari. “Kemungkinan pelaku sudah tahu kondisi sekolah. Ini kejadian yang kedua, dulu pernah juga kemalingan,” jelas Ester.

Kanit Reskrim Polsek Temon AKP Paijo sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dibantu oleh petugas Inafis Polres Kulonprogo. Proses penyidikan juga didasarkan dari keterangan saksi.

“Kami menemukan sidik jari di jendela dan toples yang ditinggalkan pelaku. Jika dilihat, pelakunya masih remaja, karena sidik jari yang ditemukan kecil-kecil,” ungkap Paijo. (tom/iwa/ong)