SLEMAN – Selama jeda waktu kompetisi ISC-B, PSS Sleman berencana mengadakan beberapa kali pertandingan uji coba. Sebelumnya sempat ada rencana PSS Sleman berhadapan dengan Persikama Magelang, Jumat (21/10) ini. Namun, laga urung terlaksana karena pertandingan yang akan digelar di Stadion Gemilang, Muntilan tidak mendapat izin kepolisian.

Batalnya uji coba tersebut membuat manajemen perlu mencarikan lawan bagi Busari dkk. Namun, hingga kemarin, manajemen belum mendapatkan tim yang levelnya di bawah PSS untuk uji coba.

Manajer PSS Arif Juli Wibowo membenarkan jika panpel setempat tidak mendapat izin kepolisian. “Infonya, karena berbarengan dengan sosialisasi pilkades di sana. Kami masih mencari lawan uji coba untuk tim. Pelan-pelan saja mencarinya, nanti kan ada yang bisa diajak uji coba,” katanya kepada wartawan, kemarin (20/10).

Melihat Timnas Indonesia sedang menjalani TC di Maguwoharjo, sempat terpikir untuk mengajak Boaz Solossa dkk latih tanding. Tapi, rencana itu batal ditindaklanjuti sebab setelah dicermati, manajemen enggan melakukan pendekatan lebih serius ke timnas karena tidak sesuai dengan kebutuhan tim.

Selain itu, melawan timnas cukup riskan bagi para pemain yang akan bertandang ke kandang Persepam Madura di laga pertama leg kedua Grup B Indonesia Soccer Championship (ISC) B itu.

“Tidak sesuai dengan kebutuhan tim setelah komunikasi sama tim pelatih. Kami mencari tim yang levelnya berada di bawah PSS,” tandasnya.

Sementara itu, pelatih PSS Seto Nurdiyantoro mengaku puas dengan membaiknya daya tahan dan fisik para pemain ketika menggelar latihan perdana di Lapangan Paskhas, kemarin. Dengan kondisi itu dia akan lebih mudah menerapkan latihan materi dan taktikal serta strategi selama beberapa hari ke depan.

Sebab match day selanjutnya Laskar Sembada harus bertandang ke kandang Persepam. “Kami tidak boleh hilang poin dan tidak mau ada lagi pemain yang cedera. Setelah fisik kami langsung latihan taktikal menghadapi skema Persepam,” tandasnya. (riz/ila/ong)