MUNGKID – Pesta demokrasi tingkat desa akan dihelat masyarakat Kabupaten Magelang. Pemilihan kepala desa (pilkades) akan diselenggarakan secara serentak di 24 desa, Minggu (23/10).

Kemarin (20/10), sebanyak 73 calon kades sepakat mendeklarasikan diri untuk mengikuti pilkades secara damai.

“Potensi kerawanan pilkades lebih tinggi dari pilkada, pileg maupun pilpres,” ingat Bupati Magelang Zaenal Arifin saat deklarasi damai kemarin (20/10).

Peluang konflik horizontal biasanya setelah penghitungan perolehan suara. Dari pengalaman, selalu ada pihak yang tidak puas dengan hasil suara yang diperoleh jago yang didukung.

Menurut Zaenal, konflik yang terjadi lebih karena kelompok terntentu yang memanfaatkan pilkades sebagai ajang perjudian. “Karena itu pilkades saat ini dilakukan serentak, demi meminimalisasi perjudian,” katanya.

Dikatakan, pilkades sama halnya proses demokrasi untuk mencari sosok pimpinan. Hanya, karakteristiknya berbeda dengan pilkada, pilpres, maupun pileg. Sebab, figur yang dipilih berhadapan dan melayani masyarakat secara langsung.

Kesepakatan damai dinilai sebagai langkah awal dalam antisipasi konflik. Seluruh para calon kades harus berkomitmen dan menyatukan persepsi, serta menjamin pilkades berjalan damai, aman, dan lancer di wilayah masing-masing. Bupati mengimbau setiap calon kades dan para pendukung agar mematuhi aturan. Serta tidak berbuat sesuatu yang bisa mengganggu kondusivitas wilayah. “Ini karena akan merugikan diri sendiri dan masyarakat,” ingatnya.

Kasubag Pemdes Tata Pemerintahan Pemkab Magelang Khoirul Anwar memaparkan, pilkades serentak kali pertama dilakukan sesuai amanat UU Nomor 6 tahun 2014, Perda Nomor 5 Tahun 2016, dan Perbup No 21 Tahun 2016 tentang Pilkades. “Dari 73 calon, enam di antaranya perempuan,” jelasnya.

Ada juga suami-istri yang bertarung sebagai calon kades. Itu terjadi di Desa Candirejo, Borobudur dan Karangkajen, Secang.

Peserta pilkades terbanyak diikuti lima orang. Yakni, di Desa Sucen (Kecamatan Salam), Banyurojo (Mertoyudan), dan Kebonagung (Tegalrejo). “Para calon kades menandatangani surat pernyataan di atas materai, menyatakan siap menang dan kalah,” katanya. (ady/yog/ong)