BANDUNG – Cabang bulutangkis menyumbangkan dua medali perak pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas ) 2016 di Bandung. Dua perak itu dipersembahkan Sudartik dari nomor wheel chair (WCH) putri. Di perebutan medali perak, Sudartik mengalahkan rekan sedaerahnya, Suminah, dua set langsung 21-11 dan 21-6 dalam pertandingan di GOR Lodaya Bandung, kemarin (19/10).

Satu medali perak lainnya disumbangkan ganda putra WCH 1+2 putra atas nama Sumardiyana yang berpasangan dengan Yulianto. Di final, Sumardiyana-Yulianto kalah dari pasangan tuan rumah Jawa Barat.

Hari ini bulutangkis masih menyisakan nomor ganda putra WCH, perorangan WCH, perorangan tuna daksa putra, ganda putra tuna daksa. Ada Imam Kunantoro, Aditya, dan Arya Sadewa. Pelatih bulutangkis DIJ Tri Yulianto optimistis pemain-pemain ini bisa memberikan hasil yang terbaik. “Mudah-mudahan kami bisa mempersembahkan medali emas bagi kontingen DIJ,” harapnya.

Cabang atletik juga menambah pundi-pundi medali. Dalam perlombaan yang dihelat di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Al Ghani mempersembahkan medali perunggu dari nomor lari 800 meter putra celebra palsy. Satu tambahan medali perunggu lagi lewat Feby Priscila dari nomor lompat jauh putri kategori TD 44. Cabor atletik masih melakukan perlombaan hari ini sampai besok. Sejumlah atlet DIJ masih memiliki peluang untuk menambah medali. “Sejumlah nomor andalan bisa kami harapkan bisa meraih medali emas,” kata pendamping cabor atletik DIJ Bambang Dewanjaya.

Dari cabang panahan, kontingen DIJ meloloskan atlet-atletnya di tujuh nomor final yang akan dihelat hari ini di GOR Padjajaran Bandung. Di nomor double mix team ronde recurve meloloskan Ninik Umardiyani, Slamet, dan Sutriaji. Di nomor double mix team ronde nasional, DIJ meloloskan Astutiningsih, Widi Nuryanto, dan Sujadi. Di nomor recurve mix team DIJ meloloskan Ninik Umardiyani dan Sutriaji. Di nomor compound mix team, DIJ diwakili Abror dan Tuwariyah. “Sedangkan di nomor nasional mix team ada Widi Nuryanto dan Astutiningsih,” kata pelatih tim panahan DIJ Sriyono.

Cabor panahan memang diharapkan akan menjadi lumbung bagi perolehan medali kontingen DIJ. Maklum, pada Peparnas XIV-2012 Riau silam, DIJ meraup enam medali emas. Nah, berdasarkan prestasi itu, tahun ini target minimal menyamai bahkan melebihi raihan medali di Riau.

Cabang olahraga bola voli duduk putri membuka peluang untuk meraih medali. Setelah kalah dua kali, yakni dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, kemarin Sudartatik dkk melumat Kalimantan Timur tiga set langsung. Hari ini, mereka akan menghadapi Jawa Timur di GOR Saparua. Di tempat yang sama tim bola voli duduk putra DIJ menghadapi Jawa Tengah. “Kemenangan tim putri atas Kalimantan Timur memberikan tambahan motivasi bagi anak-anak untuk menghadapi Jawa Timur. Jika menang atas Jawa Timur, peluang meraih medali sangat terbuka,” kata pelatih bola voli duduk DIJ Suwartoyo.

Hari ini, kontingen DIJ mendapatkan dukungan motivasi dan semangat dari Wakil Gubernur DIJ Paku Alam X. Paku Alam X tiba di Bandung tadi malam dan langsung mengadakan pertemuan dan memberikan suntikan moral, serta motivasi kepada pelatih, ofisial, dan perwakilan pemain di Hotel Panghegar. Nah, pagi ini sampai sore nanti, Paku Alam X dijadwalkan akan memberikan dukungan langsung ke lapangan di sejumlah venue. “Kehadiran Wakil Gubernur Paku Alam X semoga menambah semangat para atlet untuk berjuang memberikan hasil maksimal dan meraih medali sebanyak-banyaknya,” kata ketua kontingen DIJ Rumpis Agus Sudarko.

Dari daftar klasemen sementara perolehan medali, kontingen DIJ belum beranjak dari posisi papan tengah. Hingga pukul 17.44 kemarin, DIJ baru mengoleksi tiga medali emas, lima perak, dan 25 perunggu dan menempati posisi 15. (din/laz/ong)