MAGELANG – Situasi keamanan dalam negeri Indonesia belum sepenuhnya aman dari gangguan separatis bersenjata. Maka pelibatan TNI dalam menumpas gerakan separatis masih sangat diperlukan.

“Penumpasan gerakan separatis merupakan salah satu dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Berdasarkan doktrin pertahanan negara, itu dinyatakan sebagai hakekat ancaman,” kata Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Wisnoe PB saat menerima laporan kesiapan taruna/taruni Akademi Militer Tingkat III/Sermadatar yang akan mengikuti latihan Hulubalang kemarin.

Ia mengatakan, Hulubalang merupakan program latihan aplikasi taktik yang di dalamnya terdapat materi patroli dan Operasi Lawan Insurjensi (OLI). Operasi ini secara teknis untuk menumpas kelompok separatis bersenjata yang melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang sah.

“Bertolak dari situasi tersebut, maka taktik OLI masih sangat relevan digunakan dalam mengatasi gerakan separatis di Indonesia,” jelasnya.

Latihan Hulubalang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang. Sesuai rencana latihan dilaksanakan selama lima hari, 18-22 Oktober mendatang.

“Pelaksanakan latihan ini sangat bermanfaat sebagai bekal bagi taruna/taruni. Sekaligus untuk memperkaya pengetahuan taruna/taruni Akademi Militer,” katanya.

Ia mengingatkan ke taruna/ taruni, dalam latihan ini untuk menerapkan metode pembinaan teritorial yang diterima selama ini. Selain itu, pahami kondisi sosial dan wilayah latihan dengan menggunakan metode komunikasi sosial, sehingga dapat membantu keberhasilan latihan.

“Kunci keberhasilan latihan Hulubalang yaitu bagaimana mengaplikasikan pelajaran teori yang diterima dan diterapkan pada medan latihan. Sesuai skenario latihan yang dirancang penyelenggara latihan,” katanya. (ady/laz/ong)