BANTUL-Satpol PP Bantul bersama Komisi A DPRD setempat menutup satu toko modern di Jalan Wates KM 13. Ketua Komisi A Amir Syarifudin mengatakan, toko modern berjejaring ini sudah beroperasi sejak setahun terakhir meski belum mengantongi izin. “Sudah kami koordinasikan dengan dinas-dinas terkait. Ternyata memang belum berizin,” bebernya.

Diakui, Bantul memang membuka peluang bagi investor. Namun, seluruh investor taat pada regulasi yang berlaku. Khususnya, Perda No 17/2012 serta Peraturan Bupati No 35/2013 tentang Izin Usaha Toko Modern (IUTM).

“Pelanggaran perda ini bukan perkara sepele,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Amir juga mengomentari tentang pencatutan nama bupati Bantul dalam urusan perizinan. Jika hal itu dibiarkan, dia khawatir bakal berdampak serius. “Bisa jadi isu liar,” katanya.

Amir menengarai masih banyak toko modern tanpa izin yang beroperasi. Dia mengimbau manajemen toko dengan kesadaran menutup sendiri. Sebelum disidak dan ditutup paksa oleh Satpol PP.

Kasat Pol PP Bantul Hermawan Setiaji mengaku pernah meminta manajemen toko modern ini untuk menutup usahanya. Sembari menunggu kelengkapan dokumen perizinan. “Itu dulu saat waktu akan beroperasi,” tuturnya.(zam/yog/ong)