SLEMAN – Satuan Reserse Nakroba (Satresnarkoba) Polres Sleman berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke Lapas Narkotika Pakem melalui seorang kurir berinisial Rud, 19. Pelaku merupakan warga Condongcatur, Depok, Sleman.

Dia dicokok kepolisian saat akan menitipkan barang kepada salah satu terdakwa yang tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (18/10) lalu. Dari tangan tersangka, diamankan barang bukti berupa belasan paket sabu, ganja, dan pil koplo.

Kasat Resnarkoba Polres Sleman AKP Rony Are Setia mengungkapkan, tersangka memang sudah menjadi target jajaran Satresnarkoba Polres Sleman beberapa bulan terakhir. Dari informasi yang didapat kepolisian, tersangka mencoba memasukkan barang haram tersebut melalui penghuni lapas.

“Tersangka berencana menitipkan narkoba melalui terdakwa Gunung Kuncoro yang tengah menjalani persidangan,” jelas Are, kemarin (19/10).

Dia mengatakan, penangkapan tersangka sengaja dilakukan saat di PN Sleman. Hal ini dilakukan untuk mengetahui alur peredaran narkoba yang dilakukan oleh tersangka. Narkoba-narkoba itu, sudah disiapkan secara rapi dalam paket yang bungkusan rokok. Saat penggerebekan, tersangka tidak bisa bisa berkutik. Narkoba dalam tiga paket bungkusan rokok itu tersimpan di kantong jaket dan celana tersangka.

Di dalam bungkus rokok pertama, polisi mendapatkan 11 paket sabu masing-masing seberat 0,5 gram, 100 butir pil Trihexyphenidyl, dan dua kondom. Di bungkus rokok kedua terdapat paket sabu seberat 5 gram, 4 paket sabu masing-masing seberat 1 gram, 100 butir pil Trihexyphenidyl, dan dua buah kondom. Kemudian bungkus rokok terakhir berisi satu paket ganja seberat 12,5 gram 100 butir pil Trihexyphenidyl, dan dua buah kondom.

“Alat kontrasepsi sebagai tempat penyimpanan narkoba. Untuk membawa ke lapas alat kontrasepsi itu disimpan di dalam anus,” jelasnya.

Setelah berhasil ditangkap, pihak kepolisian kemudian melakukan pengembangan dengan menyisir rumah tersangka. Di dalam rumah tersangka, ditemukan sebuah kaleng berisi satu paket sabu dengan berat 0,5 kilogram dan 20 butir pil yarindo.

“Kami masih intensif melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan tersangka,” jelasnya.

Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria menjelaskan, pengakuan tersangka hanya sebatas kurir. Tersangka hanya menjalankan tugas mengantarkan barang-barang dari pembeli yang dipesan dari seseorang.

“Jadi ada yang menelepon tersangka untuk mengantarkan barang. Dari peran ini dia mendapatkan bayaran dari sang penelepon,” jelasnya.

Perwira menengah dengan dua melati di pundak ini mengungkapkan, narkoba itu dipesan dari seseorang untuk nantinya diberikan kepada tiga tahanan yang mendekam di Lapas Narkotika. Untuk bisa masuk ke dalam lapas, caranya melalui seorang terdakwa melalui sidang. “Kami masih terus dalami semuanya,” tandasnya. (bhn/ila/ong)