GUNUNGKIDUL – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Wonosari kecolongan. Salah satu narapidana (napi) anak kabur saat mengikuti program bakti sosial (bakso) di luar penjara.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja, napi ini berinisial BM, 17, warga Umbulharjo, Jogja. Anak keturunan kebangsaan Maroko yang lahir di Kabupaten Sleman tersebut tercatat sebagai warga binaan sejak tujuh bulan lalu. Oleh mejelis hakim divonis hukuman selama 4, 6 tahun atas kasus pembunuhan, dia langsung menempati sel khusus anak. Kemarin pagi (19/10) sekitar pukul 9.00 BM diketahui kabur.

Kronologi kejadian, BM bersama dengan 7 napi anak dan 12 warga binaan dewasa mengikuti kegiatan baksos di kompleks Masjid Al Ikhlas Wonosari. BM mengelabui 40 petugas dan melarikan diri. Menurut keterangan Kepala Rutan Kelas IIB Wonosari Edy Junaedi, napi diketahui hilang ketika acara baksos telah selesai. Saat itu petugas menghitung seluruh warga binaan, ternyata kurang satu, atas nama BM. Petugas lantas melakukan penelusuran.

“Ditemukan sepasang sepatu di toilet masjid. Belum tahu akses keluarnya lewat mana. Namun ada pedagang melihat anak menggunakan baju pramuka membonceng tukang ojek,” kata Junaedi.

Kegiatan baksos kira-kira berlangsung selama satu jam. Dalam rentang waktu tersebut, semua masih dalam pengawasan. Pihaknya juga memiliki dokumentasi foto ketika BM menyapu halaman masjid.

“Menurut informasi yang saya terima, sebelum kabur BM pamit pergi ke toilet. Namun pamitnya kepada siapa ini sedang kami telusuri. Dengan durasi sekitar lima menit saja, dia ternyata menghilang,” ucapnya.

Menurut Junaedi, dalam kegiatan baksos semua warga binaan anak sebenarnya sudah diberikan tanda khusus yakni pakaian pramuka lengkap. Sementara untuk warga binaan dewasa diberikan baju biru agar terpantau dengan mudah. Namun, ternyata tetap saja kecolongan.

Dengan kejadian ini pihaknya langsung bergerak melakukan pencarian, dan mendapatkan informasi jika anak yang terlibat kasus pembunuhhan itu sudah sampai di sekitar Polsek Piyungan, Bantul. Setelah petugas melakukan kroscek ternyata sudah melarikan diri, dan bajunya diserahkan kepada pengendara sepeda motor yang mengantar. Dalam hal ini, dia juga berkoordinasi dengan orang tua napi anak tersebut. Bahkan, orang tuanya kooperatif. Orang tua napi mengaku siap menangkap dan mengembalikan ke Lapas jika menemukan keberadaannya. “Tadi orang tuanya ke sini. Niatnya mau jenguk, tapi yang ingin dijenguk justru melarikan diri,” ucapnya.

Berkaitan dengan baksos di luar tahanan, kata Edy, kegiatan tersebut merupakan program dari pimpinan yang melibatkan warga binaan. Upaya pengamanan sudah dilakukan maksimal, bahkan pihaknya juga berada di lokasi kegiatan baksos kemarin. Menurut Junaedi, pengamanan terhadap napi memang menyesuaikan umur. Untuk napi anak memang lebih longgar. “Pada saat berada di dalam Lapas mereka tetap diberi ruang untuk bermain dan melakukan kegiatan olahraga,” ungkapnya.

Sementara itu, setelah sembilan jam dalam pelarian, BM akhirnya ditangkap. Kepala Rutan Kelas II B Wonosari Edy Junaedi mengatakan, BM ditangkap oleh orang tuanya sendiri. Napi dengan kasus pembunuhan tersebut sempat mampir ke rumah temannya, kemudian kembali rumah orang tuanya sekitar pukul 16.30. “Oleh orang tuanya, kemudian diserahkan ke petugas yang memang menunggu di rumah tersebut untuk diantar ke Lapas,” katanya. (gun/ila/ong)