JOGJA – Bentrok suporter PSIM antara Brajamusti dan The Maident di lanjutan ISC-B saat melawan PSCS Cilacap, akhir pekan lalu (15/10), menimbulkan korban luka. Salah seorang korban kerusuhan suporter itu adalah Henricus Ferry Dian Santoso yang saat ini dirawat di RS Panti Rapih Jogja. Ia mengalami luka di bagian kaki kirinya.

Kemarin (19/10) manajemen PSIM Jogja membesuk para suporter yang menjadi korban luka-luka akibat insiden itu. Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru di sela-sela menengok salah seorang korban luka di RS Panti Rapih mengaku sangat menyesalkan kejadian yang memalukan itu. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

Pada kunjungan itu, Agung Damar datang bersama sejumlah jajaran manajemen PSIM lainnya seperti wakil manajer Fokky Ardianto, sekretaris Jarot Kastowo dan Ketua Panpel Pertandingan Brustam Iswanto. Ikut pula bersama rombongan pelatih Erwan Hendarwanto dan perwakilan pemain Johan Arga serta M Rifky.

Sejumlah tali asih juga diberikan kepada korban yang dikumpulkan dari urunan seluruh anggota manajemen dan tim. “Kami menengok para korban ini sebagai wujud keprihatinan sekaligus kepedulian manajemen atas kejadian yang menimpa beberapa anggota kelompok pendukung PSIM,” katanya.

Sementara itu Sekretaris PSIM Jarot Kastowo menambahkan, selain Henricus pihaknya juga berencana menengok salah satu anggota Brajamusti yang juga mengalami luka sabetan senjata tajam (sajam) pada bagian tangannya. Korban diketahui masih berstatus pelajar SMP yang berasal dari Rewulu, Sedayu, Bantul. “Masih anak sekolah, dia luka pada bagian tangan karena sajam dan mendapat beberapa jahitan,” imbuhnya.

Kepada wartawan, Henricus yang juga anggota The Maident mengaku terkejut dengan kehadiran manajemen dan tim PSIM. Pendukung PSIM sejak 1993 itu terharu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan serta kepedulian yang sudah diberikan pihak PSIM.

“Saat kejadian saya sedang berada di tribun utara, terus tiba-tiba diserang, bahkan dilempari batu dari sejumlah oknum di tribun timur setelah pertandingan bubar,” bebernya. (riz/laz/ong)