SLEMAN – Satpol PP Sleman kembali menutup paksa toko waralaba tak berizin kemarin (19/10). Kali ini tujuh toko modern di wilayah Kecamatan Depok yang menjadi sasaran. Antara lain, Alfamart Ampel Gading, Indomaret Padukuhan Dero, dan Indomaret Pawiro Kuat. Ketiganya masuk wilayah Desa Condongcatur. Sedangkan empat lainnya masuk Caturtunggal. Yakni, Alfamart Adisucipto, Alfamart Nologaten, Indomaret Nologaten, dan Indomaret Kledokan. Dua toko di antaranya disegel karena nekat beroperasi meski sudah berkali-kali diperingatkan.

Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Sleman Rusdi Rais mengatakan, ketujuh toko modern tersebut melanggar Peraturan Daerah No 18 Tahun 2012 tentang Izin Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Jenis pelanggaran didominasi jarak minimal dengan pasar tradisional kurang dari 1 kilometer. “Sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Tadi juga ada yang telepon saat razia tapi tidak saya tanggapi,” tegasnya.

Rusdi mengungkapkan, ulah para pemilik toko tergolong bandel. Dari awal pendampingan, hingga surat peringatan 1 sampai 3 tidak diindahkan. Bahkan, ada yang sudah diputus bersalah di pengadilan tapi teatp nekat beroperasi.

Karena itu, Rusdi mengimbau masyarakat segera melapor ke pemkab jika melihat toko jejaring yang ditutup namun buka lagi di kemudian hari. Apalagi, penutupan toko berjejaring tersebut juga atas laporan warga setempat.

Keluhan yang disampaikan karena merasa keberatan dengan lokasi pendirian toko. Selain berdekatan dengan pasar juga toko kelontong milik warga.

Menurut Rusdi, toko modern yang ditutup rata-rata telah beroperasi lebih dari dua tahun. Selain melanggar letak lokasi juga perizinan. Ini tentunya menyalahi aturan tentang pendirian toko jejaring modern. “Untuk segel jangan sekali-sekali berani membuka. Jika dibuka bisa kena pasal 232 KUHP karena ini sifatnya bukan delik aduan. Polisi bisa langsung memproses meski tidak ada laporan dari warga,” tegasnya.

Langkah ini melengkapi ketegasan Pemkab Sleman terhadap toko jejaring modern. Selama Oktober, total ada 19 toko modern yang ditutup dari 86 toko modern yang menyalahi aturan. Jumlah tersebut termasuk razia kemarin dan razia sebelumnya yang menutup paksa dua toko jejaring modern baru oleh Satpol PP.

Terpisah, Kepala Disperindakop Sleman Pustopo mengakui telah memberikan rekomendasi penutupan tujuh toko waralaba kepada Satpol PP. Langkah itu setelah tahapan dan proses pembinaan tidak berjalan. Pihak manajemen toko dinilai tak kooperatif. “Sudah kami bina tapi tak ada perubahan. Yang bisa dibina akan kami bina, begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Dikatakan, penutupan toko modern yang bermasalah tetap dilakukan secara bertahap. Pemkab, lanjut Pustopo, tetap mengendepankan pendekatan persuasif. Namun tanpa menciderai komitmen penegakan peraturan daerah.

Radar Jogja berupaya mengubungi manajemen toko berjejaring yang disegel untuk konfirmasi. Namun, hingga berita ini dimuat belum ada respons..(dwi /yog/ong)