JOGJA – Heboh kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi bergeser ke Kota Jogja. Berdalih mampu menggandakan uang, Ismail alias Kiai Erman Saefullah, 51, mengelabui korbannya dengan modus bank gaib. Kepada calon korbannya, pria yang sehari-hari berjualan barang klenik di Pasar Klithikan itu mengaku bisa menggandakan uang dua kali lipat.

Namun, praktik tipu-tipu warga asal Magetan, Jawa Timur itu tak berlangsung lama. Itu setelah jajaran Satuan Reskrim Polresta Jogja menangkapnya.

“Pelaku juga mengaku sebagai guru besar perguruan sapu jagat dan bisa menyembuhkan segala jenis penyakit,” jelas Kasat Reskrim Polresta Jogja AKP Akbar Bantilan kemarin (18/10).

Terungkapnya kasus penipuan ini bermula dari laporan Andri William. Andri adalah teman Maimun, 48, warga Notoprajan, yang menjadi korban Ismail. Selama lima bulan berguru kepada pelaku, korban selalu diminta menyerahkan uang sebagai mahar. Total senilai Rp 38 juta. Kepada korban, Ismail mengaku uang mahar disimpah di bank gaib agar jumlahnya berlipat.

“Korban tidak mengetahui kalau pelaku ternyata tak punya keahlian apa-apa,” ungkap Akbar.

Belakangan, saat dimintai uang lagi oleh pelaku, korban berusaha meminjam kepada Andri. Kemudian, Andri berinisiatif mengundang Ismail ke kontrakannya di daerah Mangkuyudan. Saat itulah Andri mencecar pelaku dengan banyak pertanyaan.

“Karena melihat gelagat penipuan, saksi (Andri) membawa pelaku ke mapolresta. Dari pendalaman petugas, kasus ini murni penipuan,” papar Akbar.

Dari pemeriksaan terhadap Ismail, polisi memperoleh informasi jika uang dari korban dihabiskan oleh pelaku untuk membayar utang dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan, sebagian ada yang digunakan untuk membeli sepeda motor.

“Dari tangan pelaku kami amankan sepeda motor Mio dan kuitansi pembelian senilai Rp 2 juta. Saat ini pelaku kami tahan guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya. (bhn/yog/ong)