PURWOREJO – Kebutuhan tenaga pendidikan dan nonpendidikan, utamanya di tingkat sekolah dasar negeri, masih banyak kekurangan. Tidak saja guru kelas, kebutuhan tenaga guru agama juga mendesak, begitu juga penjaga sekolah.

Juru Bicara Fraksi Kebangkitan Bangsa Nurul Komariyah menyampaikan hal itu dalam pandangan fraksi rapat paripurna DPRD Purworejo mengenai pembahasan Raperda APBD Purworejo 2017 kemarin (18/10). “Kekurangan merata di seluruh UPT (unit pelaksana teknis, Red) se-Kabupaten Purworejo,” kata Nurul.

Nurul mencontohkan di Kecamatan Purwodadi, total kebutuhan guru mencapai 178 guru. Sementara ketersediaannya saat ini hanya 138 guru. “Untuk menutup kekurangannya, mereka dibantu tenaga honorer,” tambahnya.

Tidak jauh berbeda dengan guru kelas, guru agama Islam dari 27 sekolah dasar yang ada, baru ada guru berstatus pegawai negeri sebanyak tujuh orang. “Kondisi ini jelas tidak ideal dan sangat jauh dari dari harapan, karena idealnya satu sekolah ada satu guru agama,” tegasnya.

Melihat kondisi itu, Fraksi Kebangkitan Bangsa meminta kepada Pemkab Purworejo melalui dinas terkait agar mencari solusi segera untuk mengatasi kondisi itu. Dinas juga diminta berkoordinasi dengan Kementerian agama terkait pemenuhan guru agama.

Selain menyoroti kebutuhan tenaga, Nurul juga menyampaikan agar ada bentuk perhatian kesejahteraan bagi tenaga kependidikan dan non kependidikan. Besarnya peran mereka dalam upaya mencerdaskan anak bangsa harus diapresiasi dan diprioritaskan penganggaran kesejahteraan dalam APBD 2017. (udi/laz/ong)