KULONPROGO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo akhirnya memutuskan untuk tidak mencantumkan gelar Bendoro Raden Ayu (BRAy) yang melekat pada bakal calon Wakil Bupati Kulonprogo Iriani Pramastuti. Keputusan itu diambil setelah KPU melakukan kroscek ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogjakarta.

Ketua KPU Kulonprogo Muh Isnaini menjelaskan, sesuai regulasi setiap calon peserta pilkada harus menyertakan surat keterangan identitas diri dari Disdukcapil. Namun, surat dari BRAy Iriani Pramastuti yang diserahkan secara formal ke KPU ternyata bukan surat keterangan, melainkan biodata selaku warga negara Indonesia (WNI). Hal itu diketahui setelah KPU melakukan kroscek ke Disdukcapil Kota Jogja, daerah asal Iriani.

“Kalau surat keterangan kami masih bisa mempertimbangkan karena regulasi menyebtukan surat keterangan. Hari ini (kemarin) sudah saya sampaikan, gelar BRay tetap tidak bisa dicantumkan dalam daftar pasangan calon dan surat suara,” jelas Isnaini saat penyampaian hasil penelitian dokumen persyarakat calon di aula KPUD Kulonprogo kemarin (18/10).

Isnaini menegaskan, sebagai penyelenggara pihaknya hanya melaksanakan regulasi yang ada. Termasuk penentuan nama peserta pilkada pada daftar pasangan calon dan surat suara. Tetap mengacu data pada e-KTP. Selain gelar BRay untuk Iriani Pramastuti, Calon Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo juga kehilangan gelar haji (H) didepannya, Calon Bupati Zuhadmono Ashari juga ada perbuahan gelar dari MPdI menjadi MPd.

“Sampai hari ini regulasinya begitu, kalau kemudian ada perubahan tentu kami akan mengikuti. Semua sudah saya sampaikan,” tegasnya.

Ditambahkan, KPU tidak berani berandai-andai terkait kemungkinan perubahan nama pasangan calon atau gelar hingga batas waktu penetapan paslon 24 Oktober 2016.

Sementara itu, juru bicara pasangan Zuhadmono-Irinai Pramastuti, Hendra berpendapat lain. Dia mengaku sudah berkoordinasi terkait berita acara yang perlu ditambahkan. Menurutnya, Iriani Pramastuti adalah Bendoro Raden Ayu. Karena itu, gelar BRay tetap harus dicantumkan. “Sudak kami serahkan datanya. Dinas dan KPU tidak ada masalah, kami tinggal menunggu hasil koordinasi KPU dengan Disdukcapil,” ucapnya

Menurutnya, Iriani Pramastuti sudah melakukan perekaman data di Disdukcapil Kota Jogja. Namun kehabisan blangko dan harus menunggu. “Bu Iriani itu, kan benar memiliki gelar BRay, masak mau pakai gelar itu saja kok harus dipersulit. Kami menyatakan belum menerima hasil penetapannya. Hari ini saya hanya mengikuti. Kami hanya menerima berkas perbaikan untuk dibaca,” ujarnya. (tom/yog/ong)