BANDUNG – Cabang olahraga catur menyumbangkan medali emas bagi kontingen DIJ lewat Gayuh Satrio klasifikasi B2/B3 (tuna netra) yang turun di nomor perorangan standar. Satrio juga masih punya peluang untuk menambah medali dari nomor perorangan cepat dan beberapa nomor lagi.

Sedangkan panahan berpotensi besar untuk menambah pundi-pundi medali emas bagi DIJ. Itu setelah hasil pertandingan sesi pagi kemarin (18/10) meloloskan dua pemanah putri ke final perebutan emas pada Kamis (20/10).

Dua pemanah itu adalah Tuwariyah di compound standing putri dan Ninik Umardiyani di nomor recurve standing putri. “Mohon doanya, semoga kami bisa meraih emas,” kata Pelatih Tim Panahan DIJ Sriyono di GOR Pajajaran Bandung, kemarin.

Cabang panahan juga masih berharap tambahan medali dari atlet-atlet lainnya. Untuk cabang atletik, kembali menambah koleksi medali. Sudartatik yang turun di nomor lempar lembing hanya meraih medali perunggu.

Berlomba di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sudartatik sudah mengerahkan kemampuan terbaiknya. Dia juga masih memiliki peluang untuk menambah medali dari cabor spesialisasinya yakni lempar cakram.

Kemarin DIJ juga menambah medali perak dari atletik lewat Anggun Novita Dewi dari lompat jauh putri. Sedangkan dari cabor tenis kursi roda, kontingen DIJ meraih medali perunggu dari beregu putra. Dari tenis meja, Dwi Hardianto merebut perunggu dari kategori T11 (tuna netra).

Cabor bola voli duduk juga menjaga peluang untuk meraih medali. Itu setelah pada pertandingan di GOR Saparua Senin malam (17/10) menang atas tim kuat Jawa Timur 3-1 (20-25, 25-19, 25-19, dan 25-17). Di pertandingan berikutnya DIJ akan bertemu Jawa Tengah.

Sedangkan tim putri mengalami kekalahan dua kali. Setelah kalah dari Jawa Tengah Senin malam, tim putri DIJ kalah 1-3 (26-24, 8-25, 10-25, dan 16-25). Dari cabor goalball, tim putra DIJ menang 10-0 dari Sulawesi Selatan di Arcamanik Sport Bandung. Di bagian putri, setelah kalah tipis 15-17 dari Jawa Barat, tim putri tadi malam juga bertanding. (din/laz/ong)