Radarjogja.co.id – Penggunaan obat perangsang seperti viagra saat berhubungan intim mempunyai efek negatif. Apalagi jika menggunakan obat-obatan terlarang golongan psikotropika seperti sabu.

Keduanya memiliki efek semu atau sementara membangkitkan gairah seseorang saat berhubungan intim. Namun viagra bukan masuk ke dalam golongan obat-obatan psikotropik.

“Viagra itu kan untuk vitalitas. Bedanya kalau viagra bukan psikotropik. Kalau sabu adalah psikotropik, sama dengan heroin dan putau,” kata Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok dr Diana Papayungan Sp.KJ, Kamis (22/9).

Namun keduanya bahaya untuk dikonsumsi. Viagra dan sabu dapat memicu kerja jantung lebih cepat. “Lebih energik pasti bahaya detak jantung lebih cepat bekerja,” katanya.

Diana menjelaskan tujan penggunaan keduanya sering disalahgunakan untuk stimulan saat berhubungan intim. Hanya saja penggunaan obat-obatan psikotropika diatur dalam Undang-Undang.

“Viagra untuk vitalitas laki-laki. Lebih ke fungsional dari alat kelamin. Viagra tak ada di golongan obat-obatan psikotropik. Jika orang menggunakan viagra tak akan ditangkap, karena enggak ada Undang-Undang yang mengatur itu,” jelasnya.(cr1/JPG)