SLEMAN- Sebanyak 13 tersangka berhasil ditangkap polisi dalam Operasi Curanmor Progo 2016, pada 3-17 Oktober. Ironisnya, dua pencuri merupakan anak di bawah motor.

Total barang bukti diamankan mencapai Rp 941 juta. Berupa dua mobil, 9 sepeda motor, dan tiga rangka motor, serta bongkaran onderdil. “Sebagian barang bukti telah dijual ke penadah,” jelas Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria kemarin (18/10).

Tersangka di bawah umur adalah SN, 16 dan IA, 17. Keduanya mencuri sepeda motor di wilayah Tempel pada September. Honda Vario hasil curian dijual ke penadah seharga Rp 2 juta.

Burkan menyebut, persoalan ekonomi keluarga menjadi alasan kedua remaja itu nekat mencuri.

Diakui, kasus curanmor di Sleman tergolong tinggi. Selain luas wilayah, menjamurnya kos-kosan dan pusat perbelanjaan menjadi faktor pemicunya. Kasus tertinggi masih di wilayah Depok. “Pencuri biasanya merusak pintu atau kunci kendaraan,” ungkap perwira dengan dua melati itu.

Guna mencegah curanmor, Burkan mengimbau masyarakat lebih waspada. Kunci ganda dan jangan lupa meninggalkan kunci kontak saat parkir. Apalagi, lanjut Burkan, pencuri prosfesional mampu mendongkel kunci kontak hanya dalam waktu 30 detik. “Makanya jangan lalai. Ditinggal 5 menit saja kalau pengawasan lengah kendaraan bisa melayang,” ingatnya. (bhn/yog/ong)