GUNUNGKIDUL – Satgas anti-pungli Polres Gunungkidul menangkap dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena melakukan pungli. Keduanya berasal dari dinas kebudayaan dan kepariwisataan (Disbubpar) setempat.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Mustijat Priambodo mengatakan dua PNS tersebut merupakan petugas pejaga tempat pemungutan retribusi (TPR). Berjaga di pintu masuk Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

“Mereka tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan anggota satgas anti-pungli pada Sabtu (15/10) lalu,” kata Mustijat kemarin.

Dia menjelaskan, kedua pelaku berinisial DJ dan ST. Modus yang dilakukan adalah memanipulasi tiket masuk. Pengunjung menggunakan bus berjumlah 37 orang, seharusnya setiap orang membayar Rp 10 ribu, namun hanya ditarik uang retribusi sebesar Rp 200 ribu, dengan diberi empat buah tiket.

“Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait praktik penggelapan tersebut. Lalu kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim satgas anti-pungli,” kata Mustijat.

Dalam OTT tersebut petugas mengamankan barang bukti karcis, uang tunai Rp 9,5 juta dan dokumen milik TPR. Namun, petugas belum menahan dua PNS tersebut karena masih ditetapkan sebagai saksi.

Jika mereka terbukti melakukan pungli, dijerat pasal 8 UU anti-korupsi. Ancaman pidana paling sedikit tiga tahun paling lama 15 tahun dengan denda Rp 150 juta hingga Rp 750 juta.

“Mereka masih diperiksa sebagai saksi, belum ditetapkan sebagai tersangka,” kata Mustijat.

Kepala Disbudpar Saryanto irit bicara ketika dimintai keterangan. Meski memonitor kasus dua anak buahnya yang tertangkap dia menolak berkomentar banyak. “Itu kan shock therapy,” kata Saryanto.

Bupati Gunungkidul Badingah menyerahkan kasus itu kepada kepolisian. Dia tidak akan turut campur terkait urusan hukum dua PNS penjaga TPR pantai selatan itu.

“Iya saya sudah mendengar itu (penangkapan dua PNS karena dugaan pungli),” kata Badingah.

Mengenai sanksi yang diberikan, Badingah akan menyerahkan ke inspektorat daerah untuk menindaklanjuti. “Jika memang terindikasi seperti itu, nanti saya iinstruksikan inspektorat (untuk menjatuhkan sanksi),” tegasnya. (gun/iwa/ong)