SLEMAN – Kritik, saran, dan masukan bisa datang dari mana saja. Termasuk dari media massa yang memang mengawasi jalannya kebijakan publik di masyarakat. Berangkat dari situ pula, pasangan calon bupati dan wakil bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo-Sutedjo mencari masukan dengan bincang santai di Kantor Radar Jogja.

Ditemani oleh Ketua Bapilu DPC PDIP Kulonprogo Sigit Hardianto dan Ketua DPD PAN Kulonprogo Ponimin Budi Hartono, pasangan Hasto-Sutedjo berdiskusi dengan jajaran manajemen Radar Jogja.

Hasto ingin tahu sudah sejauh mana perkembangan Kulonprogo dari sudut pandang media. “Ya, kami ingin tahu pandangan dari media tentang Kulonprogo. Sekaligus mencari masukan, apa saja yang mesti dibenahi. Masukan ini nantinya akan diolah dan menjadi program kerja ketika terpilih,” ujar Hasto.

Hasto mengungkapkan, dengan pembangunan bandara sudah ada beberapa investor yang menyatakan tertarik masuk ke Kulonprogo. Sebut saja dari bidang pendidikan, sejumlah kampus akan membangun gedung perkuliahan di Bumi Binangun. “Ada beberapa, salah satunya UGM yang akan membangun gedung perkuliahan untuk vokasi,” ungkapnya.

General Manager Radar Jogja Berchman Heroe mengungkapkan, Kulonprogo menjadi satu-satunya kabupaten di DIJ yang berani mensahkan Perda KTR (Kawasan Tanpa Rokok). Hal ini patut diapresiasi. Ke depan dibutuhkan inovasi untuk membangun Kulonprogo menjadi kawasan metropolis. Terlebih dengan adanya bandara internasional di Temon.

Dewan Redaksi Radar Jogja Amin Surachmad menambahkan, yang perlu dipikirkan terkait sumber daya manusianya, terutama yang memiliki keterampilan di bidang multimedia. Sebab tak dipungkiri bidang ini akan menjadi salah satu penopang ekonomi. Disamping itu, juga perlu dipikirkan sarana dan prasarana yang mendukung. Seperti jaringan internet, sekolah vokasi, dan lainnya. (tom/ila/ong)