JOGJA – Panitia Pengawas (Panwas) Pilwali Kota Jogja 2017 meminta semua alat peraga sosialisasi (APS) bergambar wali kota dan wakil wali kota segera diturunkan. Surat imbauan telah dilayangkan ke instansi terkait. Panwas memberi batas waktu hingga 23 Oktober.

Ketua Panwas Kota Jogja Agus Muhammad Yasin berharap, seluruh APS bergambar Haryadi Suyuti dan Imam Priyono dibongkar sebelum penetapan calon peserta pilwali oleh KPU . “Kami juga sudah berkoordinasi dengan sekretaris Kota Jogja,” kata kemarin (17/10).

Setelah pertemuan tersebut beberapa APS bergambar Haryadi Suyuti dan Imam Priyono dibongkar. Namun, Agus melihat pembongkaran APS belum menyeluruh. Gambar dua calon petahana dalam pilwali itu masih banyak bertebaran di beberapa sudut Kota Jogja.

Sepengetahuan Agus, APS tersebut bukan dipasang oleh Pemkot Jogja. Tapi Pemprov DIJ. Ada lagi yang dipasang pemerintah pusat. Seperti APS tentang keluarga berencana (KB). Kendati demikian, hal itu disepakati untuk ditindaklanjuti oleh instansi tingkat kota. Agar selanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah di atasnya.

Agus optimistis, wilayah Kota Jogja bersih dari APS bergambar petahana sebelum 23 Oktober. Dari pantauannya, sisa APS yang belum dibongkar kurang dari sepuluh unit. Di antaranya, di Jembatan Kleringan dan daerah Wirosaban.

Selain APS, pengawasan terhadap perilaku petahana terkait penggunaan fasilitas negara tetap digencarkan. Khususnya, selama masa kampanye. Sebab, dua petahana tersebut harus menjalani cuti di luar tanggungan negara. Agus optimistis, baik Haryadi maupun Imam Priyono memiliki komitmen dalam menjalankan aturan.

Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budiyanto menambahkan, seluruh fasilitas negara memang harus dilepas begitu memasuki masa kampanye. Di sisi lain, sehari sebelum masa kampanye 28 Oktober 2016, surat cuti sudah harus diserahkan ke KPU. “Fasilitas negara itu meliputi rumah dinas, kendaraan dinas maupun hak protokoler. Nanti Panwas yang akan mengawasi,” jelasnya. (pra/yog/ong)