JOGJA – Setelah hampir sepanjang pertandingan kedua tim bermain membosankan, permainan baru hidup di menit 80. Gol Waskito Chandra membuat stadion yang disesaki lebih dari 30 ribu penonton kembali bergemuruh. Dengan hasil tiga poin, menempatkan Laskar Sembada di puncak klasemen sementara grup B ISC-B.

Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro mengakui jika imbas dari ketatnya lini tengah membuat bola banyak bergulir di tengah. Meskipun ketat, irama pertandingan sedang-sedang saja. “Kami sedikit menguasai bola, namun anak-anak belum bisa tampil lepas sehingga minim peluang,” katanya selepas pertandingan.

Meskipun demikian ia mensyukuri kemenangan dengan sebiji gol itu. Sebab timnya lebih banyak memainkan bola di belakang dan lapangan tengah. “Gol memang berbau keberuntungan, tapi keberuntungan yang didapat dengan semangat dan kerja keras,” imbuhnya.

Di awal babak pertama PSS langsung menekan. Laga baru berumur semenit, akselerasi Dicky di sisi kanan harus dijatuhkan pemain Persita. Sayang, eksekusinya jauh dari sasaran. Sepakan Dave masih ditepis kiper menghasilkan sepak pojok.

Menit 31 Kito Chandra yang kembali dipercaya mengisi starting lineup dijatuhkan di sisi kanan. Tendangan bebas Dicky mampu diteruskan Denny Rumba. Namun bola tepat berada di pelukan kiper. Sampai turun minum, skor 0-0.

Selepas rehat sempat terjadi jual beli serangan dari kedua tim. Menit 62 umpan dari Busari berada di kaki Dirga Lasut, namun sepakannya masih bisa ditepis kiper. Permainan selanjutnya berjalan hampir sangat membosankan, sehingga penonton hampir terlelap. Namun mereka kembali bersorak setelah Kito Chandra membobol gawang Firmansyah saat terjadi kemelut di mulut gawangnya.

Laskar Benteng Viola yang tak mau tergusur dari puncak klasemen tersengat dan berusaha keluar menyerang. Bambang Nurdiansyah lalu memasukkan Oktavianus Fernando dan Ragil Putut Widodo. Tak mau kecolongan, Seto memasukkan Oya Winaldo, Aulia Ardi dan Bijahil Chalwa. Menggantikan Eka Angger, Dave Mustaine dan Chandra Waskito. Sampai wasit Hadiyana asal Bekasi meniup peluit panjang tidak ada gol tambahan tercipta. PSS menang dengan skor 1-0.

Asisten pelatih Persita Wiganda Saputra mengatakan, pemainnya mengalami demam panggung bermain di Maguwoharjo Internasional Stadium (MIS). Sebab, puluhan ribu suporter yang memadati stadion memberikan tekanan mental pada pemainnya. “Anak-anak tidak tampil dengan performa terbaiknya. Mereka kaget dengan banyaknya penonton yang memberikan mereka tekanan. Sebab di Karawang biasanya tidak sampai setengahnya,” katanya.

Mengenai proses terjadinya gol PSS saat salah satu pemain Persita sedang terkapar, ia tidak mau mengomentari terlalu jauh. “Ya inilah sepak bola Indonesia, kalian bisa memaparkan sendiri. Ada satu pemain kami jatuh, wasit tetap memberikan jalan. Namun saat mereka ada yang cidera tidak menguntungkan pun distop,” tambahnya.

Meskipun kalah, ia mengatakan timnya masih ada peluang lolos. Dengan dua kali pertandingan kandang akan berusaha dimaksimalkan. “Target aman 12 poin,” jelasnya.

Sementara Seto menyebut, ketiga tim, baik PSS, Persepam dan Persita, masih sama peluangnya. Dengan hanya menyisakan satu partai kandang dan harus away dua kali ke Pamekasan dan Tangerang, ia menargetkan lima poin dari tiga partai selanjutnya. “Away masing-masing satu poin, dan kandang dengan Kalteng poin penuh kami yakin bisa lolos,” katanya. (riz/laz/ong)