Pertandingan kandang PSIM di Stadion Sultan Agung Bantul diwarnai kericuhan antarsuporter. Keributan terjadi di tribun bagian timur saat laga berjalan 42 menit. Pertandingan pun sempat dihentikan selama 15 menit oleh wasit.

Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menyesalkan kejadian tersebut. Sebab jelas akan merugikan bagi tim. Ia mengharapkan suporter bersama-sama belajar lebih dewasa agar menciptakan suasana kondusif dan kompak bersama tim.

“Tim ini masih muda, mari sama-sama belajar memperbaiki diri. Tidak ada gunanya mencari ribut. Tim dan suporter harusnya sama-sama menghibur, keluar dari stadion dengan suasana senang,” katanya kepada wartawan.

Terkait insiden ini, besar kemungkinan PSIM kembali akan mendapatkan sanksi dari operator kompetisi PT GTS. Sebelumnya PSIM juga mendapat denda Rp 10 juta karena suporternya kedapatan menyalakan flare saat tandang ke Perssu Sumenep, di matchday pertama.

Sekretaris PSIM Jogja Jarot Kastowo menyesalkan ulah suporter tersebut. Padahal saat itu PSIM tengah unggul atas PSCS. “Kami pasti kena denda dan ini jelas merugikan tim. Seharusnya bisa lebih dewasa dan jangan mudah terprovokasi,” ungkapnya.

Sebelumnya Ketua Panpel PSIM Brustam Iswanto sudah mewanti-wanti agar suporter tidak bertindak yang membuat PSIM dihukum. Yaitu bertindak sopan dan mencegah bertindak anarkistis ataupun menyalakan kembang api dan petasan di dalam dan luar stadion. “Flare dan petasan tetap kami larang dibawa masuk ke stadion,” tegasnya. (riz/laz/ong)