BANDUNG – Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV-2016 secara resmi dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Stadion Siliwangi Bandung, kemarin (15/10). Hujan rintik-rintik sepanjang acara menambah keteduhan suasana pembukaan ini. Ratusan anggota kontingen National Paralimpic Committee (NPC) dari 33 provinsi mengikuti rangkaian acara ini hingga akhir acara.

Dalam sambutannya, Menpora berharap adanya kepedulian yang lebih dari pemerintah daerah terhadap NPC di daerahnya masing-masing. Dia berharap pemerintah daerah tidak membeda-bedakan lagi antara atlet normal dengan atlet-atlet disabilitas. Tidak membeda-bedakan itu, kata dia, termasuk dalam pemberian bonus kepada atlet-atlet yang berprestasi mengharumkan nama daerah.

“Pemerintah daerah harus memberikan porsi dana yang sama. Itu termasuk pemberian bonus peraih medali dan lain-lain,” kata Imam.

Menurutnya, semua atlet apapun statusnya memiliki cita-cita dan harapan yang sama untuk mengharumkan dan membela daerahnya masing-masing. Oleh karena itu, sebagai wujud apresiasinya pemerintah daerah juga harus memberikan hak yang sama.

“Pemerintah pusat sudah melakukan itu untuk atlet yang meraih medali dalam ajang internasional. Karena itu, saya meminta pemerintah daerah mengikuti,” tegasnya.

Ketua PB Perpanas Ahmad Heriawan menjelaskan, Peparnas XV mempertandingkan 13 cabang olahraga. Guna mendukung penyelenggarannya, telah disediakan 14 venue yang berstandar nasional dan internasional. Semua venue berada di dalam kota Bandung. Ini bertujuan untuk memudahkan jangkauan para atlet.

“Peparnas XV- 2016 memperebutkan 605 medali emas, 605 perak, dan 935 perunggu,” kata Gubernur Jawa Barat ini.

Kemeriahan mewarnai prosesi pembukaan Peparnas XV ini. Ratusan siswa dari sejumlah sekolah termasuk siswa-siswa SLB menjadi pengisi acara tersebut. Mereka menunjukkan keahlian dan kemampuannya dalam berbagai koreografi di hadapan ribuan tamu dan penonton. Kemeriahan ini juga disemarakkan dengan penampilan Java Jive dan atraksi kembang api.

Hari ini sejumlah cabang olahraga memulai untuk pertandingan. Para atlet DIJ menyatakan diri kesiapannya untuk menghadapinya. Tidak ada kendala berarti bagi para atlet dalam persiapan menghadapi pertandingan ini.

“Kondisi para atlet siap bertanding dan tidak ada masalah,” kata Ketua Kontingen DIJ Rumpis Agus Sudarko. (din/ila/ong)