BANTUL – Kepala Dinas Perizinan Bantul Sri Edi Astuti memastikan jatah kuota pendirian toko modern berjejaring telah habis. Hanya satu titik yang masih tersisa yakni di ibukota Kecamatan Pajangan. “Yang masih memungkinkan hanya di situ (ibukota Kecamatan Pajangan),” jelas Sri Edi kemarin (16/10).

Sri Edi menyebut ada 27 toko modern berjejaring yang telah berdiri dan tersebar di 16 kecamatan. Tak jarang di satu kecamatan terdapat lebih dari satu toko modern berjejaring yang berdiri. Kendati begitu, seluruhnya berada di ibukota kecamatan. “Karena bunyi regulasinya seperti itu,” tandasnya.

Menurut Sri Edi, ada dua regulasi yang mengatur toko modern berjejaring. Yaitu Perda No. 17/2012 tentang Pengelolaan Pasar Tradisional dan Peraturan Bupati No 35/2013 tentang Penyelenggaraan Izin Usaha Toko Modern. Merujuk regulasi ini, jarak pendirian toko modern berjejaring dengan pasar tradisional 3000 meter. Walaupun lokasi pendiriannya berada di ibukota kecamatan. “Di luar ibukota nggak boleh. Kecuali bagi yang berdiri sebelum perda,” bebernya.

Senada disampaikan Kasi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perizinan Bantul Leny. Dia mengaku berulang kali mendengar adanya sejumlah toko modern berjejaring yang bakal masuk ke Bumi Projotamansari. Kendati begitu, hingga sekarang belum ada satu pun yang mengajukan permohonan izin ke Dinas Perijinan. Toh, kalau ada yang mengajukan permohonan perizinan tidak akan diproses. Kecuali yang mengajukan pendirian di ibukota Kecamatan Pajangan. “Karena sudah penuh,” tegasnya. (zam/laz/ong)