KULONPROGO – Festival Budaya Menoreh dalam rangka Hari Jadi Ke 65 Kulonprogo belangsung meriah kemarin. Kegiatan diikuti 20 peserta. Selain perwakilan kabupaten/kota se-DIJ juga diikuti sejumlah kabupaten tetangga Kulonprogo.

Kabupaten tetangga itu di antaranya Purworejo dan Kabupaten/Kota Magelang. Peserta lainnya dari Pandeglang, Purbalingga, Banyumas, Kebumen, dan Temanggung.

“Festival Budaya Menoreh rencananya akan digelar rutin setiap tahun memperingati HUT Kulonprogo. Ke depan akan menjadi ikon Kulonprogo. Sebuah kemasan yang diharapkan membangun silaturahmi kesenian daerah,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo Untung Waluyo.

Tema yang diusung kali ini, Magesti Aruming Bumi Menoreh (menggali dan mencari potensi yang ada di Bumi Menoreh). Dalam pelaksanaanya, ada beberapa kriteria yang dinilai ketika peserta menampilkan displai di depan panggung kehormatan.

Kekompakan, isi atau kandungan dalam pementasan, kesesuaian kostum serta penampilan terbaik akan menjadi pemenang. Dewan juri dari UGM dan UNY, termasuk seniman Sanggar Wayang Doni Jogjakarta.

Wakil kontingen Pandeglang, Awit Gending Adriyani mengatakan persiapan sudah dilakukan sejak sebulan terakhir. Masing-masing sanggar dikumpulkan dijadikan satu kontingen. Event ini menjadi pengalaman tersendiri karena ikut diundang dan dilibatkan HUT Kulonprogo.

“Kami menampilkan kesenian khas Pandeglang Ngabedug Bareng serta kesenian garapan Lage Pengalasan yang kami sajikan dalam pembukaan Festival Budaya Menoreh. Ini luar biasa, apalagi kami menjadi pembuka, ini akan menjadi pengalaman tersendiri bagi kami,” kata Awit. (tom/iwa/ong)