MAGELANG – Pemerintah menggenjot tingkat kunjungan wisatawan yang datang ke destinasi wisata di Jawa Tengah. Tingkat kunjungan wisatawan untuk semester pertama ini mencapai 17 juta wisatawan domestik. Sementara untuk kunjungan wisatawan asing mencapai 210.000 orang.

“Target kami untuk wisatawan asing pada tahun ini 420.000 orang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo kemarin.

Salah satu upaya untuk mendatangkan wisatawan, pemerintah menggelar Borobudur Travel Mart & Expo (BTMX) 2016. Acara ini merupakan hasil kerja sama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dari 14-16 Oktober. Sedikitnya terdapat 60 buyer mengikuti acara ini.

Prasetyo berharap, para seller yang mengikuti kegiatan ini agar lebih agresif untuk menjual semua potensi lokal. Sehingga destinasi wisata di Jateng menjadi salah satu tujuan para wisatawan. Khusus wisatawan asing, pintu masuknya objek wisata bisa melalui Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar).

Ia mengatakan, BTMX kali ini jumlah buyer yang datang memang lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk itu ia menginginkan buyer yang datang memiliki kualitas, sehingga mempunyai dampak setelah acara ini berakhir. “Kami minta kepada BPPD Jawa Tengah untuk mengecek mana-mana buyer yang serius mengikuti acara,” jelasnya.

Ketua Panitia BTMX Sugeng Sugiantoro mengakui, jumlah buyer pada tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun buyer dari Indonesia datang dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Sumantera, Jogja dan Kalimantan.

“Pada tahun ini ada 60 buyer dan 80 persennya asing. Serta ada 70 seller dari Indonesia. Buyer potensial yang hadir dari luar negeri antara lain seperti Singapura, Malaysia, India, Jepang, Korea Selatan dan Myanmar,” katanya. (ady/laz/ong)