Permintaan Naik, Tambah Kuota Lima Persen
JOGJA – Dalam dua minggu ke depan pasokan gas elpiji ukuran tiga kilogram atau gas melon dijanjikan kembali normal. PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) IV DIJ Jawa Tengah siap menambah pasokan gas melon di wilayah DIJ.

“Dalam waktu dekat ini ada penambahan pasokan dari Pertamina, paling seminggu hingga dua minggu ke depan sudah kembali normal,” ujar Kepala Seksi Bimbingan Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja Tri Astuti Apriyantini, kemarin (14/10).

Menurut dia, sudah ada komitmen dari Pertamina untuk menambah pasokan gas melon. Meskipun begitu Apri, sapaannya, mengatakan sebenarnya tidak terjadi kelangkaan gas melon, terutama di wilayah Kota Jogja. Yang terjadi, lanjut dia, adalah kuota gas melon yang tersedot, terutama sebelum 1 Sura. “Sebelum Sura, masyarakat banyak yang menggelar hajatan,” jelasnya.

Selain itu, permintaan juga meningkat karena memasuki musim hujan. Menurutnya, masyarakat yang memiliki tabung gas melon lebih, membeli lebih dari satu untuk stok di rumah masing-masing.

Apri membantah adanya informasi gas melon akan ditarik dari pasaran. “Selama masih disubsidi gas tiga kilogram masih ada,” jelasnya.

Sebelumnya General Manager PT Pertamina MOR IV DIJ Jateng Kusnendar mengakui sulitnya masyarakat mendapatkan gas melon karena meningkatnya permintaan. Selain karena banyaknya hajatan, Kusnendar juga mensinyalir masih ada kalangan keluarga yang mampu serta restoran yang juga menggunakan gas melon.

“Stok akan kami tambah, tapi kami juga minta kesadaran masyarakat, jangan beli gas melon jika bukan keluarga tidak mampu,” ujarnya saat ditemui di sela uji coba penggunaan LNG sebagai bahan bakar KA di Balai Yasa, Selasa (11/10) lalu.

Diakuinya, stok di pangkalan memang mengalami penurunan. Dia mencontohkan jika sebelumnya stok di pangkalan 100 persen, yang isi 70 persen tapi belakangan ini turun tinggal 20-30 persen saja. Konsumsi harian gas melon di DIJ mencapai 500 metric ton (MT) dan akan ditambah 25 MT.

Pada Oktober ini, pihaknya juga sudah menambah pasokan hingga 6,3 persen. “Makanya kuotanya akan kami tambah lima persen, jika masih kurang ditambah lagi 10 persen,” jelasnya. (pra/ila/mg1)