PURWOREJO – Sedikitnya 68 rumah di empat desa di Kecamatan/Kabupaten Purworejo yang terkena puting beliung, langsung mendapat penanganan dari warga, relawan, TNI dan Polri kemarin (14/10). Tiga rumah mengalami rusak berat, sementara sisanya rusak ringan.

Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Aswin Kartawijaya yang mengerahkan 100 orang anggotanya mengatakan, penanganan difokuskan terhadap rumah yang mengalami kerusakan parah. Pascakejadian beberapa warga terpaksa diungsikan ke rumah saudara atau tetangga, karena takut terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi.

“Hujan dan angin puting beliung terjadi pada Kamis (13/10) sekitar pukul 14.00 WIB. Hasil pendataan yang ada, jumlah rusak mencapai 68 rumah yang tersebar di beberapa tempat,” ujar Aswin saat meninjau rumah rusak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo.

Salah seorang korban, Kusen, 81, warga RT 1 RW 5 Desa Sidomulyo, mengatakan, saat terjadi angin puting beliung ia sedang melakukan kerja bakti pembuatan rabat beton. Istrinya yang berada di rumah sempat terjebak di dalam karena pintu depan dan belakang tertutup ranting dan daun pohon albasia yang tumbang.

“Saya sedang berteduh saat ada hujan besar yang disertai angin kencang. Saya dikabari tetangga kalau rumah saya tertimpa pohon,” kata Kusen.

Istrinya berhasil dievakuasi keluar rumah setelah cucunya berusaha masuk ke rumah dan membawa istri Kusen ke tempat yang aman. “Pohon albasia yang ada di samping rumah memang cukup besar. Ada beberapa pohon yang tumbang bersamaan,” imbuh Kusen.

Kepala Pelaksana Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Boedi Hardjono saat memantau pembersihan di Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo, membenarkan puting beliung menyebabkan pohon
tumbang menimpa 68 rumah di empat desa di Kecamatan Purworejo.

“Jumlah paling banyak di Sidorejo ada 38 rumah, di Sidomulyo 20 rumah, Brenggong delapan rumah dan Donorati dua rumah,” kata Boedi. Ditambahkan, selain mendapat penanganan dari warga, juga mendapat dukungan tenaga dari Kodim 0708 sebanyak 100 orang, Polres 60 orang dan dari unsur FKPPI serta Satpol PP plus dari BPBD Purworejo.

Personel bantuan yang diterjunkan dibagi ke lokasi yang membutuhkan. “Sebenarnya setelah kejadian banyak yang sudah turun ke lapangan. Tapi karena keterbatasan waktu, pembersihan terhenti dan dilanjutkan hari ini (kemarin, Red),” tambahnya.

Selain memberikan bantuan logistik untuk korban dan relawan, BPBD telah menyiapkan bantuan perbaikan rumah bagi warga yang kurang mampu. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan warga. “Yang paling mendesak mungkin asbes ya, nanti kami siapkan,” tegasnya. (udi/laz/mg2)