SLEMAN – Kawasan Tlogo Muncar Kaliurang, Hargobinangun, Pakem belum kembali beroperasi menyusul musibah tanah longsor, Selasa (11/10) malam. Material lumpur, batu, dan batang pohon masih terlihat di destinasi wisata Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) ini.

Upaya pembersihan sisa longsor melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, SAR Linmas Kaliurang, dan tim TNGM.

Kepala TNGM Edy Sutiyarto menjelaskan, kawasan yang ditutup sementara bagi wisatawan hanya Tlogo Muncar. Itu lantaran material longsor menutup hampir separo akses menuju tlogo. Terutama di sisi timur destinasi tersebut. Bahkan beberapa rute treking wisata terputus karena timbunan lumpur dan pohon.

Sementara destinasi lain di bawahnya tetap beroperasi. Kendati demikian, pendakian menuju puncak Pronojiwo belum dibuka untuk umum.

“Dari pembersihan hari ini (kemarin) batu besar yang menempel di bukit sisi timur sudah bisa diturunkan. Ini yang sangat berbahaya bagi pengunjung jika jatuh. Sementara untuk pembersihan material longsor lainnya kami upayakan secepatnya,” katanya kemarin (13/10).

Penutupan sementara Tlogo Muncar demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. “Wisatawan tetap bisa mengunjungi Tlogo Putri,” lanjut Edy.

Dari pantauan, sedikitnya ada empat titik longsor di Tlogo Muncar. Kepala Seksi Wilayah 1 TNGM Nurpana Sulaksono menambahkan, proses evakuasi diprioritaskan membuka rute wisata. Namun, kerja tim tak bisa maksimal karena curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir.

“Sampai sore hari (kemarin) sudah lumayan yang dibersihkan. Masih akan dilanjut besok (hari ini) dan menunggu cuaca cerah. Mengantisipasi jika terjadi longsor susulan dan keselamatan tim tentunya,” katanya. (dwi/yog/mg2)