Usung Gunungan Berisi Tas, Kaus, dan Dompet

JOGJA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Jogja Kamis siang (13/10) tidak melunturkan semangat para pedagang pasar untuk ikut kirab pedagang pasar tradisional. Dalam kirab yang digelar kelima kalinya ini menampilkan gunungan berisi produk khas masing-masing pasar.

Total ada 35 kontingen yang berasal dari 31 pasar tradisional mengikuti kirab. Masing-masing kontingen menampilkan produk unggulan yang dijual di pasar masing-masing. Di antaranya, mengusung gunungan yang berisi aneka jamu tradisional, jajanan pasar hingga gunungan berisi tas, kaus, dan dompet.

“Gunungan ini merupakan persembahan pedagang kepada masyarakat yang selama ini sudah berbelanja di pasar tradisional,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Kota Jogja Rudi Firdaus kemarin.

Menurutnya, kirab ini sekaligus mempererat hubungan antarpedagang pasar tradisional. “Dengan saling bertemu satu sama lain mampu meningkatkan rasa guyub,” tandasnya.

Rudi menambahkan, kirab pedagang pasar tradisional, yang dimulai dari Pasar Beringharjo hingga ke Plaza Pasar Ngasem itu juga sudah dimasukkan dalam kalender wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Jogja.

“Setiap tahun akan terus kami agendakan, sekaligus penutup program promo belanja berhadiah di pasar tradisional,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan Sekkot Jogja Achmad Fadli mengatakan, kegiatan kirab pedagang pasar tradisional merupakan bentuk eksistensi pedagang. Fadli berharap bisa dimanfaatkan sebagai promosi.

“Kirab ini untuk mempromosikan produk-produk yang dijual di pasar tradisional,” ujar Fadli yang juga mantan Kepala Dinlopas Kota Jogja ini.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti juga berkeinginan supaya kegiatan mempromosikan pasar tradisional bisa terus dilanjutkan. Menurut HS, sapaannya, Pemkot Jogja terus berkomitmen mengembangkan pasar tradisional. “Pedagang juga harus bisa mewujudkan pelayanan terbaik sehingga masyarakat mau belanja di pasar tradisional,” ujarnya. (pra/ila/mg1)