GUNUNGKIDUL – Bencana angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Gunungkidul. Pemukiman penduduk di Kecamatan Tanjungsari diterjang musibah tersebut kemarin.

Data Taruna Siaga Bencana (Tagana) Gunungkidul, akibat angin kencang tersebut puluhan rumah rusak dan pohon ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, jumlah kerugian mencapai jutaan rupiah.

“Sedikitnya lima rumah warga Desa Kemiri Kecamatan Tanjungsari, rusak. Sedang puluhan rumah lain rusak ringan, termasuk pohon berbagai jenis dan ukuran tumbang,” kata Koordinator Tagana Gunungkidul Mardi kemarin (13/10).

Rumah rusak milik Somejo, 79; Wongsorejo, 67; Sutiyo, 47; dan rumah milik Sarjo Suwito, 70. Dari keterangan warga, peristiwa diawali hujan deras.

Tidak lama kemudian datang angin kencang dan menyapu rumah penduduk. Masyarakat setempat dibantu relawan, termasuk Tagana, langsung melakukan kerja bakti perbaikan rumah-rumah yang rusak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo meminta agar kejadian angin kencang diwaspadai. Peningkatan kewaspadaan perlu menyusul cuaca ekstrem akhir-akhir ini.

“Angin kencang sulit diprediksi, termasuk lokasinya. Bahkan, semua wilayah Gunungkidul yang terdiri dari 144 desa di 18 kecamatan, semuanya punya risiko menjadi sasaran angin kencang,” kata Budhi.

Mengenai tanda-tanda datangnya angin kencang, biasanya sejak pagi hingga siang panas terik. Namun pada sore, mendung tebal. Hal ini menjadi ancaman serius akan datangnya angin kencang. “Makanya, bencana angin kencang banyak terjadi pada siang hingga sore hari,” ujar Budhi.

Mengantisipasi dampak buruk angin kencang, dia mengimbau masyarakat melakukan pemangkasan pohon dekat rumah. Banyak kasus terjadi, rumah hancur akibat tertimpa pohon. (gun/iwa/mg2)