BANDUNG – Penyelenggaraan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV-2016 tinggal menunggu pembukaan Sabtu (15/10). Menurut rencana Peparnas di Tanah Legenda, julukan Jawa Barat, akan dibuka Menteri Puan Maharani di GOR Siliwangi Bandung.

Segala persiapan sudah dilakukan. Kontingen-kontingen dari seluruh tanah air juga sudah berdatangan. Itu termasuk dari DIJ yang sudah tiba Rabu (12/10). Hingga kemarin, kontingen sudah memasuki masing-masing hotel.

Penempatan hotel ini disesuaikan dengan cabang olahraga. Namun, dalam penempatan kontingen ini kenyataannya menemui persoalan. Sebab, antara entry data atlet dengan kenyataan di lapangan sedikit berbeda. “Misalnya ada yang mendaftarkan 25, ternyata yang datang lebih dari itu,” kata Ketua Kontingen DIJ Rumpis Agus Sudarko usai mengikuti rapat dengan PB Peparnas, kemarin (13/10).

Akibatnya panitia sedikit mengalami persoalan penyiapan akomodasi dan penginapan. Karena untuk penyediaannya memang membutuhkan waktu. “Persoalan ini sudah dibereskan oleh panitia. Khusus untuk kontingen Jogja sudah beres dan tidak ada masalah,” jelas Rumpis.

Masalahnya hanya persoalan administrasi saja. Hal ini sebagai dampak dipisahkannya Nasional Paralympic Committee (NPC) dari KONI.

Sehingga, ada sejumlah daerah yang kesulitan pendanaan. Karena NPC daerahnya belum mendapatkan dukungan dana dari pemerintah daerah.

Akibatnya mereka terlambat dalam pendaftaran dan entry data. Namun panitia akhirnya memberikan kesempatan hingga hari ini.

Sesuai jadwal, hari ini diselenggarakan pengibaran bendera kontingen di GOR Siliwangi. Malam harinya ada gala dinner penyambutan kontingen di The Luxury Hotel Trans. . Sementara itu, sebagai persiapan, para atlet masing-masing cabor diberikan kesempatan melakukan latihan dan pengenalan lapangan. Cabor atletik di GOR Siliwangi, cabor bola voli duduk di GOR Saparua dan sejumlah lokasi lainnya. “Persiapan kami sudah maksimal. Kami optimistis akan meraih hasil maksimal,” kata pelatih bola voli duduk DIJ Wartoyo. (ila/mg1)